Hama dan Penyakit Tanaman

now browsing by category

 

HARGA PRODUK NASA HORMONIK

HARGA PRODUK NASA HORMONIK

HORMONIK merupakan produk Hormon yang bersifat organik yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara. Hormon yang terkandung di dalam produk HORMONIK Nasa ini adalah senyawa alami Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang dapat mengatur pertumbuhan tanaman yang terdiri dari hormon Auksin, Giberelin dan Sitokinin.

Produk HORMONIK ini diproses dengan formula khusus dari bahan alami yang sangat dibutuhkan semua jenis tanaman. Produk hormon organik dari Nasa ini sangat aman digunakan baik bagi kesehatan manusia, binatang maupun kesehatan lingkungan.

Manfaat dan Kegunaan Hormonik Nasa

  1. Mempercepat proses pertumbuhan pada tanaman dan akar
  2. Memperbesar dan memperbanyak umbi
  3. Mengurangi kerontokan pada bunga dan buah
  4. Memperbesar dan memperbanyak buah
  5. Meningkatkan keawetan hasil panen
  6. Memacu dan meningkatkan bobot pada hewan ternak

Cara Pemakaian Hormonik Nasa

Kocok dahulu sebelum digunakan :
  • Dosis : 1 – 2 cc HORMONIK per 1 liter air.
  • Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC Nasa (dosis 1 tutup Hormonik + 3 tutup POC Nasa) per tangki.
  • Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.
  • Tanaman semusim : Mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik.
  • Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).
  • Unggas : 1 – 2 tutup Hormonik + 1 botol (500 cc) POC Nasa / Viterna Plus, kemudian 1-2 cc dari campuran tersebut dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.

HORMONIK mempunyai dosis yang lebih lebar sehingga apabila dalam penggunaannya ada kelebihan dosis, maka tidak akan membahayakan tanaman. Produk hormon organik ini mudah terurai oleh alam sehingga aman bagi kesehatan ligkungan dan juga manusia.

 

 

 

 

 

Order ?

HARGA PRODUK NASA HORMONIK

Kemasaan 500cc Rp.120.000,-

Kemasaan 100cc Rp.29.000,-

 

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

JUAL AGNESIA HAYATI CORRIN

               JUAL AGNESIA HAYATI CORRIN

 

CORRIN adalah Pestisida Biologi atau Agens Hayati, produk unggul dari PT NASA Natural Nusantara ini berbasis bakteri antagonis (Corynebacterium) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit-penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran.

CORRIN memang merupakan jenis pestisida hanya saja karena CORRIN mengandung bahan organik sehingga lebih aman untuk digunakan dibanding dengan jenis pestisida lainnya. Termasuk kategori aman, artinya aman bila digunakan pada tanaman dan tidak memiliki dampak negatif pada lingkungan atau tidak menimbulkan pencemaran pada lingkungan.

Merawat tanaman tentu saja bukan merupakan hal yang mudah. Merawat tanaman dan sayuran diperlukan ketelatenan dan kesabaran. Belum lagi jika tanaman tersebut sedang terkena serangan hama atau penyakit tanaman lainnya. Dapat mengakibatkan hasil panen yang tidak maksimal secara kualitas dan kuantitas. Kualitas sayuran menjadi turun sehingga dihargai murah di pasaran. Kuantitas hasil panen juga menjadi sedikit.

Manfaat utama CORRIN yaitu dapat mengendalikan semua jenis penyakit yang dapat menyerang tanaman Anda sehingga tanaman Anda bisa berkembang dan tumbuh dengan subur. CORRIN dapat digunakan pada semua jenis tanaman dan sayuran. Tidak hanya untuk mengendalikan penyakit pada tanaman, dapat juga untuk mengatasi sayuran yang rentan layu.

Fungsi Agens Hayati CORRIN

  • Penyakit kresek pada tanaman padi telah meresahkan para petani di Indonesia. Penyakit kresek telah menjadi penyakit utama pada tanaman padi dan telah menimbulkan banyak kerugian mencapai 75%. Belum pahamnya para petani tentang penyakit kresek ini menjadi kendala untuk mengendalikannya.
  • Para petani sudah melakukan pengendalian dengan bahan kimia namun belum dapat mendapatkan hasil yang maksimal. CORRIN bisa menjadi cara organik yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit kresek, keefektifannya bisa mencapai 80%. Salah satu pengendali penyakit kresek yang telah teruji dalam berbagai demplot di daerah Banyumas adalah dengan menggunakan agensi hayati CORRIN.
  • Bakteri ini yang terkandung dalam komposisi CORRIN efektif untuk mengendalikan penyakit kresek (BLB) pada tanaman padi. Bakteri tersebut berbentuk batang, jenis gram positif. Koloninya berwarna putih kotor, dan di bawah lampu ultraviolet tidak bereaksi.

Lebih dari itu, berikut manfaat lengkapnya :

  1. Dapat mengendalikan penyakit Hawar Daun (HDB) atau penyakit kresek yang menyerang padi akibat dari bakteri patogen yang bernama Xamthomonas Oryzae
  2. mengendalikan penyakit Hawar Daun Jingga yang diakibatkan oleh Bacterial Red Stripe (BRS)
  3. Mampu mengendalikan penyakit bercak-bercak pada daun atau Cercospora
  4. Dapat mengendalikan penyakit-penyakit yang membuat sayuran menjadi layu atau fusarium
  5. Dapat mengendalikan penyakit akar gada pada sayuran kubis yang disebut Plasmodiophore Brassicae
  6. CORRIN dapat mengendalikan penyakit layu pada pisang atau Fusarium
  7. Dapat mengendalikan penyakit Pyricularia Oryzae atau disebut penyakit Blast.

Cara Penggunaan CORRIN Pestisida Biologi :

JENIS     DOSIS SERBUK   DOSIS CAIR         CARA     WAKTU

  1. Benih    2-4 gr/lt                5 cc/lt    Rendam               Sebelum semai
  2. Padi       2-4 gr/lt                5 cc/lt    Semprot              14, 28 & 42 HST
  3. Sayuran 3-5 gr/lt              5-10cc/lt Semprot              10-20 hari sekali

Keterangan :

  • Perendaman benih selama kurang lebih 15 menit
  • Penyemprotan paling baik dilakukan pada sore hari
  • Dilarang untuk mencampur CORRIN dengan pestisida kimia
  • Alat untuk menyemprot dibersihkan dari sisa-sisa pestisida kima sebelum digunakan

 

Tersedia dalam dua kemasan, yaitu :

 

1.Kemasan Serbuk 100 gram

2.Kemasan Cair 500 cc

Order Agnesia Hayati Corrin

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Jual BVR NASA, Solusi Pengendali Hama Kebal Pestisida

jual bvr nasa natural nusantara agensia hayati pestisida serangga hama tanamanJual BVR NASA, Solusi Pengendali Hama Kebal Pestisida. Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas dalam peningkatan produksi pertanian. Dalam pengendalian serangan OPT tersebut seringkali kita jumpai jalan pintas yaitu dengan menggunakan pestisida kimia.

Sebagaimana telah diketahui bahwa penggunaan pestisida kimia yang tidak bijaksana akan menimbulkan dampak negatif, antara lain terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Dengan pertimbangan  dampak negatif yang kemungkinan besar akan muncul dengan penggunaan pestisida tersebut. Maka perlu diupayakan teknologi pengendalian yang lebih aman dan ramah terhadap lingkungan.

Hal ini sesuai dengan penerapan konsepsi Pengendalian Hama Terpadu (PHT), bahwa pengendalian OPT dilaksanakan dengan mempertahankan kelestarian lingkungan, aman bagi produsen dan konsumen serta menguntungkan bagi petani.

Salah satu alternatif pengendalian adalah pemanfaatan jamur penyebab penyakit pada serangga, yaitu jamur patogen Beauveria bassiana.

Hal ini menjadi salah satu dasar PT. NASA dalam menjaga lingkungan hayati tanah yang alami dan berupaya mencari solusi bagi petani. Sehingga PT. NASA kini berinovasi dengan menyediakan kebutuhan petani berupa jamur Beauveria bassiana.

Formula tersebut sudah dalam bentuk produk, yaitu NATURAL BVR. BVR berupa spora yang disediakan dalam kemasan praktis, dengan petunjuk penggunaan yang lengkap dan penyebaran produk yang luas serta merata di berbagai daerah.

Selain itu metode pengaplikasian yang sederhana serta didukung sosialisasi yang intensif dari PT. NASA cukup memberi solusi bagi petani dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi.

jual produk pupuk organik kesehatan herbal kecantikan kosmetik vitamin ternak nasa natural nusantara distributor stokis resmi

Beberapa keunggulan Agensia Hayati  Beauveria bassiana sebagai pestisida hayati / biopestisida adalah sebagai berikut  :

  1. Selektif terhadap serangga sasaran sehingga tidak membahayakan serangga lain bukan sasaran, seperti predator, parasitoid, serangga penyerbuk, dan serangga berguna lebah madu.
  2. Tidak meninggalkan residu beracun pada hasil pertanian, dalam tanah maupun pada aliran air alami.
  3. Tidak menyebabkan fitotoksin (keracunan) pada tanaman
  4. Mudah diaplikasikan, tinggal aduk dengan air dan semprot ke seluruh bagian tanaman.

Beauveria bassiana / bvr sebagai biopestisida, tentu tidak mencemari dan merusak lingkungan seperti yang terjadi jika kita menggunakan pestisida kimia. Keberhasilan dari insektisida biologis dari jamur ini memberikan dampak positif yang sangat besar terhadap pengendalian serangga hama tanaman dan keselamatan lingkungan. Oleh karena itu memerlukan upaya sosialisasi yang lebih intensif.

Mari kembali ke pestisida alami dan hayati untuk kendalikan Hama, selain efektif, juga sehat di badan.

 

Order BVR NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Pengendali Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet

obat-pengendali-penyakit-jamur-akar-putih-organik-natural-glio-natural-nusantaraPengendali Jamur Akar Putih. Tanaman karet sangat rentan terhadap serangan penyakit jamur akar putih atau dalam bahasa latin adalah Rigidoporus lignosus. Penyakit ini disebabkan oleh serangan patogen dan di Sumatera Utara dan Aceh tingkat serangannya terhadap tanaman karet adalah 4 – 7 %.

Morfologi Jamur Akar Putih

Jamur Rigidoporus lignosus membentuk tubuh buah berbentuk kipas tebal, agak berkayu, mempunyai zona-zona pertumbuhan, sering mempunyai struktur serat yangradier, mempunyai tepi yang tipis. Warna permukaan tubuh buah dapat berubahtergantung dari umur dan kandungan airnya. Pada permukaan tubuh buah benangbenang jamur berwarna kuning jingga, tebalnya 2,8-4,5 μm, mempunyai banyak sekat (septum) yang tebal. Pada waktu masih muda berwarna jingga jernih sampai merah kecokelatandengan zona gelap yang agak menonjol. Permukaan bawah berwarna jingga, tepihnyaberwarna kuning jernih atau putih kekuningan. Jika menjadi tua atau kering tubuh buah.

Fase Pertumbuhan Jamur Akar Putih

Berdasarkan pada tingkat perkembangannya, serangan JAP di kebun karet dapat dikelompokkan ke dalam beberapa  fase:

  1. Belum ditemukan rizomorf atau miselium JAP pada permukaan akar,
  2. Rizomorf atau miselium melekat pada permukaan leher akar,
  3. Infeksi JAP telah menimbulkan kerusakan pada jaringan kulit,
  4. Penyakit JAP telah menimbulkan kerusakan pada jaringan kayu,
  5. Infeksi JAP telah mematikan tanaman.

Gejala Serangan

  • Serangan jamur menyebabkan akar menjadi busuk dan apabila perakaran dibuka maka pada permukaan akar terdapat semacam benang-benang berwarna putih kekuningan dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat dan sulit dilepas.
  • Gejala serangan yang tampak adalah daun-daun yang semula tampak hijau segar berubah menjadiberwarna hijau gelap kusam, layu akhirnya kering dan gugur kemudian diikuti kematian tanaman.
  • Gejala lanjut akar membusuk, lunak dan berwarna coklat.

Pengendali Jamur Akar Putih

  1. Cara pencegahan JAP
  • Menanam tanaman penutup tanah jenis kacang-kancangan, minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet.
  • Sebelum penanaman, lakukan pemakaian Agensi hayati nasa yang berupa Natural GLIOyang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanam sebelum di tanamkan,masukkan sekitar 100-200 gram/ lubang tanam.
  • Lubang penanaman diberi belerang100 – 200 gram per lobang.
  • Disekitar tanaman muda yang berumur kurang dari 2 tahun ditanami tanaman antagonis antara lain Lidah mertua, Kunyit dan Lengkuas.
  1. Pengendalian pada areal yang sudah terserang JAP

  • Pada serangan ringan masih dapat diselamat-kan dengan cara membuka perakaran, dengan membuat lubang tanam 30 cm disekitar leher akar dengan kedalaman sesuai serangan jamur.
  • Permukaan akar yang ditumbuhi jamur dikerok dengan alat yang tidak melukai akar. Bagian akar yang busuk dipotong dan dibakar. Bekas kerokan dan potongan diberi ter dan Izal kemudian seluruh permukaan akar dioles dengan fungisida yang direkomendasikan.
  • Setelah luka mengering, seluruh perakaran ditutup kembali dengan tanah.
  • Pemakaian Agensi hayati nasa yang berupaNatural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. taburkan 200gram di sekitar tanaman yang terkena jamur akar putih.
  • Tanaman yang telah diobati diperiksa kembali 6 bulan setelah pengolesan dengan membuka perakaran, apabila masih terdapat benang jamur maka dikerok dan dioles dengan fungisida kembali.
  • Tanaman yang terserang berat atau telah mati/tumbang harus segera dibongkar, bagian pangkal batang dan akarnya dikubur diluar areal pertanaman, menggunakan wadah agar tanah yang terikut tidak tercecer di dalam kebun.
  • Bekas lubang dan tanaman di sekitarnya ditaburi campuran Natural Glio yang telah di fermentasi dengan pupuk kandang sekitar 200 gr per lubang atau tanaman.

Demikian ulasan penyakit dan cara pengendalian hama pada tanaman karet. Dapatkan produk Natural Glio dari Nasa untuk pengendali jamur akar putih pada tanaman karet. Produk yang asli hanya ada di Inti Grow.

Order Pengendali Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Penyakit Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet

jamur-akar-putih-pada-tanaman-karet-glio-natural-nusantara-terbukti-menghilangkan-jamur-akar-putih-pada-karetPenyakit Jamur Akar Putih merupakan penyakit utama yang termasuk ganas menyerang tanaman karet. Jamur Akar putih ini disebabkan oleh jenis cendawan ini dapat ditemukan pada fase tanaman belum menghasilkan (TBM) atau tanaman menghasilkan (TM). Penyakit ini disebabkan oleh jamur rigidoporus atau rigidoporus lignosus. Bagian tanaman yang diserang adalah bagian pangkal batang hingga ke akar di dalam tanah.

Gejala gejala penyakit Jamur Akar Putih (JAP) yang menyerang tanaman karet ditandai dengan :

  • Daun berwarna kuning pucat, bagian tepi atau ujung daun melipat ke dalam.
  • Serangan yang lebih lanjut ditandai dengan gugurnya daun dan matinya ujung ranting.
  • Pembentukan daun muda atau pembuangan dan pembuahan lebih awal.
  • Terlihat benang benang jamur warna putih pada bagian perakaran tanaman.
  • Serangan yang sudah lanjut akan menyebabkan akar busuk, batang menjadi kering, dan mudah patah/mati.
  • Penyebaran penyakit ke tanaman yang sehat melalui kontak perakaran di dalam tanah.

Tehnik pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) dengan cara preventiv (pencegahan) dan kuratif (pengobatan).
Untuk mencegah kerugian yang besar akibat serangan ini maka upaya preventif (pencegahan) perlu menjadi fokus pengelolaan.

Cara pencegahan jamur akar putih

Cara Kultur Teknis

  • Pembersihan lahan secara tepat, bekas akar dan batang tanaman dibongkar dan dibakar dahulu karena mempunyai potensi sebagai media perkembangbiakan jamur. Tunggul karet yang sudah terserang perlu diercepat pelapukannya dengan menginokulasi jamur pelapuk atau dibakar.
  • Penanaman tanaman lidah mertua di sekitar tanaman karet sebagai tanaman antagonis.
  • Penggunaan legum cover crop (tanaman penutup tanah) terutama sebelum penanaman tanaman pokok. Tujuan penggunaan tanaman tersebut untuk meningkatkan kesuburan tanah, memberikan kondisi yang ideal bagi perkembangbiakan organisme pelapuk bahan organik, mengendalikan pertumbuhan gulma.
  • Bibit yang akan digunakan harus dipastikan dalam keadaan sehat. Bibit yang berasal dari okulasi maka tanaman sumber entres dan tanaman bawah dipastikan tidak terserang jamur akar putih.
  • Pada daerah dengan potensi jamur akar putih maka pada saat penanaman disekitar tanaman karet ditaburi belerang dengan dosis 100 gram/pohon.
  • Pencegahan secara biologis dapat dilakukan dengan menggunakan produk yang mengandung jamurTrichoderma yang merupakan agen pengendali secara hayati dengan dosis 100gram/pohon setiap 6 bulan.
  • Pemeliharaan berupa pembersihan gulma secara teratur untuk mencegah kelembaban tanah yang terlalu tinggi.
  • Menghindari menanam tanaman ubi kayu dan ubi jalar yang memungkinkan menjadi inang jamur akar putih(JAP).

Cara Mekanis

  • Bagian akar yang terserang jamur ditunjukan dengan keberadaan miselium jamur, apabila ditemukan bagian akar yang telah membusuk, segera saja dipotong. Sementara itu, bagian akar yang belum membusuk segera dibersihkan dari miselium jamur. disekitar akar diberi taburan belerang dengan dosis 100-150 gram/pohon.
  • Pemeliharaan berupa pembersihan gulma secara teratur untuk mencegah kelembaban tanah yang terlalu tinggi.

Cara Biologis

  • Pada daerah yang diketahui memiliki potensi tinggi terkena serangan jamur akar putih terhadap tanaman karet perlu dilakukan penaburan belerang pada saat penanaman berlangsung.
  • Pencegahan secara biologis dapat dilakukan dengan menggunakan produk atau bahan yang mengandung jamur trichoderma. Jamur trichoderma merupakan agen pengendali secara hayati dengan dosis 100gram/pohon interval 6 bulan sekali.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

 

Cara Mengatasi Kutu Pada Tanaman Cabai

Salah satu penyebab tidak maksimalnya budidaya cabai adalah terjadinya Daun Keriting pada tanaman. Hal ini disebabkan akan menurunkan produktifitas tanaman tersebut untuk berbunga dan berbuah. Untuk dapat mengatasinya perlu diketahui terlebih dahulu faktor apa saja yang menyebabkan Daun menjadi keriting. Beberapa fartor tersebut antara lain adalah:cara-mengatasi-kutu-pada-tanaman-cabai-jual-nasa

  1. Hama trips tanaman cabai

Hama ini bisa menjadi perantara (vector) yang baik berbagai penyakit virus. Hama trips merupakan penyebab terbesar terjadinya daun keriting pada daun cabai. Gejala yang ditimbulkan oleh trips pada daun cabai adalah:

  • Adanya daun keriting dengan bentukan lekukan menggulung ke atas.
  • Rontoknya bunga cabai. Pada permukaan daun bagian atas biasanya juga terdapat lapisan mengkilap seperti perak. Hama tanaman ini sangat mudah dilihat kasat mata pada bunga-bunga tanaman cabai dan di dalam gulungan daun cabai, berbentuk kecil memanjang seperti semut hitam dengan warna ada yang hitam dan hijau.
  1. Serangan oleh Tungau

Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan. Jenis hama ini menyerang dengan gejala yang khas, yaitu daun yang terserang akan melengkung ke bawah dengan rapih. Serangan tungau biasanya terjadi pada daun yang ketiga sampai ke bawah. Jika daun yang menggulung dibuka dan diperhatikan secara teliti maka permukaan daun bagian bawah akan terdapat binatang yang sangat lembut sekali yang bergerak secara perlahan-lahan. Biasanya tungau yang berada pada permukaan daun tersebut berwarna hijau.

  1. Serangan Virus

Virus yang menyerang pada tanaman cabai disebarkan oleh hama vektor myzus dan bermisia (kutu kebul). Kutu Daun (Myzus persicae) tergolong dalam family Aphididae, hama ini merupakan serangga super kecil (ukurannya 1/32 sampai 1/8 inci) Walaupun kecil, tapi masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Kutu daun ini berwarna hijau tua sampai hitam atau kuning kecoklatan. Hama ini termasuk polifag. Kutu daun betina mampu menghasilkan keturunan tanpa kehadiran pejantan.

cara-mengatasi-kutu-pada-tanaman-cabai-jual-nasaJika virus menyerang pada tanaman cabai akan memberikan gejala yang bermacam-macam sesuai dengan jenis virusnya. Salah satu gejala yang diakibatkan oleh virus tanaman cabai adalah adanya daun tanaman cabai yang menggulung atau keriting. Keriting daun yang disebabkan oleh virus dapat dibedakan dengan penyebab lain karena virus ini akan menyebabkan sebagian besar daun cabai menggulung. Hal ini berbeda dengan gejala yang diakibatkan oleh serangan hama trip atau tungau yang akan menggulung daun cabai di bagian ujungnya saja. Gejala keriting daun oleh virus kadang-kadang juga diikuti oleh kerdilnya tanaman serta berubahnya warna daun.

Daun keriting akan menyebabkan berkurangya cairan pada tanaman. Hal ini terjadi karena hama trips dan tungau menghisap cairan pada tanaman. Untuk cara mengatasinya kutu pada tanaman cabai, perlu dilakukan beberapa tindakan, antara lain:

  • Jangan menanam secara bertahap, karena hanya akan memindahkan kutu / virus / penyakit dari tanaman tua ke tanaman yang muda.
  • Lakukan dengan jalan penggiliran tanaman.
  • Bersihkan gulma yang ada disekitar tanaman.
  • Pijat dengan jari kumpulan (koloni) kutu yang ditemukan.
  • Semprotkan pestisida organik Nasa yakni PESTONA dengan dosis 4 tutup/tangki 12lt.
  • Lakukan sore hari dan semprotkan di bawah daun, jika musim penghujan diajnurkan ditambah AERO-810 dengan dosis 1 tutup/tangki 12lt. Pagi Hari semprotkan POC NASA 4-5 tutup/tangki + 1 tutup hormonik, lakukan PAGI HARI antara jam 06.30 – 10.00 semprotkan dibawah daun agar kena stomata pohon cabai dengan maksud untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman cabai. jika POC NASA + HORMONIK tidak ada, bisa digantikan GREEN STAR, atau BINTANG TANI.

GREENSTAR Merupakan pupuk organik yang murni dibuat dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna. Kandungan unsur hara yang terkandung di dalamnya baik unsur macro maupun micro sangat berperan dalam perkembangan tanaman.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Natural BVR Pengendali Hama Alami

Setiap petani pasti berharap bahwa tanaman yang ditanamnya akan memberikan hasil yang maksimal ketika masa panen tiba. Oleh karena itu setiap petani berusaha melakukan pengelolaan tanaman sebaik-baiknya. Mulai dari pemilihan bibit yang terbaik, sistem pengelolaan lahan yang baik, penggunaan pupuk dan obat-obatan yang sesuai, irigasi yang baik dan sebagainya. Dengan ditempuhnya segala ikhtiar tersebut diharapkan tanaman akan memberikan hasil yang sebanding dengan jerih payahnya.

Namun demikian, pertanian adalah bukan aktivitas yang berada di ruangan tertutup atau laboratorium, melainkan dilakukan di ruangan terbuka, sehingga interaksi langsung tanaman dengan alam sekitarnya tidak mungkin terhindarkan lagi. Memang keberhasilan kegiatan pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor alam, akan tetapi tidak sedikit pula kontribusi faktor alam terhadap kegagalan panen, misalnya kekeringan, bencana alam, ataupun gangguan hama dan penyakit tanaman.

Sejak lama para petani berusaha mengendalikan alam agar dapat meminimalisasi dampak destruktifnya pada tanaman, misalnya dengan pembangunan sistem irigasi yang baik untuk menghindari kekeringan sekaligus mengendalikan banjir. Petani juga telah sejak lama mengenal teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan cara-cara tradisional. Kemajuan teknologi pertanian telah memungkinkan semakin dikembangkannya obat-obatan dan peralatan pengendali hama dan penyakit tanaman. Bersamaan dengan pengadopsian sistem pertanian modern,teknologi pengendalian hama dan penyakit pertanian ini telah memberikan kontribusi pada semakin melimpahnya produksi pertanian.

Setiap petani pasti berharap bahwa tanaman yang ditanamnya akan memberikan hasil yang maksimal ketika masa panen tiba. Oleh karena itu setiap petani berusaha melakukan pengelolaan tanaman sebaik-baiknya. Mulai dari pemilihan bibit yangterbaik, sistem pengelolaan lahan yang baik, penggunaan pupuk dan obat-obatan yang sesuai, irigasi yang baik dan sebagainya. Dengan ditempuhnya segala ikhtiar tersebut diharapkan tanaman akan memberikan hasil yang sebanding dengan jerih payahnya. Dampak yang kurang menguntungkan bagi lingkungan dan pertanian yang berkelanjutan. Penggunaan pestisida kimia justru dapat menimbulkan ledakan populasi hama karena pestisida juga membunuh musuh alami dari hama tanaman.

"natural bvr pengendali hama organik natural nusantara distributor resmi nasa"NASA dengan mottonya 3 K (Kualitas– Kuantitas – Kelestarian) memiliki produk teknologi pengendali hama dan penyakit pertanian yang selaras dengan lingkungan yaitu Natural BVR pengendali hama alami. Natural BVR pengendali hama alami sangat efektif dan efisien terhadap hama sasaran, tidak mematikan musuh alami,selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, mendukung program pertanian berkelanjutan. Dengan demikian penggunaan Natural BVR dilahan pertanian, diharapkan akan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian tanpa membahayakan lingkungan sekitar.

Cara kerja Natural BVR dengan bahan aktif Beauveria Bassiana adalah masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ hama dari dalam. BVR yang menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase,Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. Natural BVR juga mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asamoksalat) untuk membunuh hama. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul pada badan hama yang mati, jika hama yang terinfeksi bersinggungan dengan hama yang sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar antara 4-8 hari setelah terinfeksi BVR.

Natural BVR dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman pada tanaman padi, bawang merah, kacang panjang, cabai, tomat,kubis, buncis, semangka, kentang, apel, mangga, coklat, dan sebagainya. Adapunjenis hama dan penyakit tanaman yang dapat dikendalikan dengan Natural BVR adalah wereng (Nilaparvata sp.;Nephotettix sp.; Sogatella sp.), hama penggerek batang padi (Thryporhizasp.; Chilo supressalis), walang sangit(Leptocorixa accuta), kutu daun, kutu dompolan, dan penggerek buah coklat. 

Order Natural BVR Pengendali Hama Alami

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Cara Pengendalian Hama Pada Tanaman Cabai

"cara-pengendalian-membasmi-mengatasi-serangan-hama-tanaman-cabai-cabe-kutu-ulat-keriting-daun-lalat-buah-nematoda-thrips-tungau"Serangan hama seringkali membuat para petani atau pelaku usaha agrobisnis, khususnya tanaman cabai pusing. Hasil panen dari budidaya cabai bisa terancam habis akibat serangan hama yang seringkali datang tiba-tiba. Berikut ini disajikan beberapa cara efektif pengendalian hama tanaman cabe dan penjelasan mengenai karakter hama yang banyak menyerang tanaman cabai. 

Gangsir

Gangsir tanaman cabai atau cabe adalah Brachytrypes Portentosus. Hama ini biasanya menyerang tanaman cabai muda yang baru saja dipindahtanamkan. Serangannya dilakukan pada malam hari, sedangkan di siang harinya bersembunyi di dalam tanah. Gangsir membuat liang dalam tanah sampai kedalaman 90 cm. Gangsir merusak tanaman cabai dengan cara memotong pangkal batang tapi tidak memakannya. Pengendalian. 1) Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan pestisida alami Pestona yang disiramkan dalam lubang tanam. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari. 2) Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan/penyiraman insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1 gram pada lubang tanam. Campurkan Aero 810 sebagai bahan pelarut untuk membantu bahan aktif pestisida tersebut lebih tahan lama berada di sekitar tanaman serta tidak mudah hilang tergerus air hujan. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Ulat Tanah

Ulat tanah tanaman cabe adalah Agrotis Ipsilon. Hama jenis ini menyerang tanaman cabai di malam hari, sedangkan pada siang hari bersembunyi dalam tanah atau di balik penutup plastik mulsa. Ulat tanah menyerang batang tanaman cabe muda dengan cara memotong batangnya sehingga sering dinamakan ulat pemotong. Pengendalian. 1)  Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan pestisida alami Pestona yang disiramkan dalam lubang tanam. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari. 2) Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan/penyiraman insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1 gram pada lubang tanam. Campurkan Aero 810 sebagai bahan pelarut untuk membantu bahan aktif pestisida tersebut lebih tahan lama berada di sekitar tanaman serta tidak mudah hilang tergerus air hujan. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Ulat Grayak

Ulat grayak tanaman cabai adalah Spodoptera Litura. Hama ini menyerang bagian daun tanaman cabe dengan cara bergerombol. Daun menjadi berlubang dan meranggas. Ulat grayak disebut juga ulat tentara. Seperti halnya jenis ulat lain, ulat ini menyerang tanaman cabai malam hari, sedang pada siang hari bersembunyi di balik mulsa atau di dalam tanah. Ulat grayak ini bersifat polifag. Pengendalian. 1)  Aplikasikan sejak awal mulai pada saat pembibitan bio pestisida Vitura untuk melindungi tanaman. 2) Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan ulat grayak. 3)  Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Tambahkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia tersebut dalam mengatasi serangan ulat grayak.

Ulat Buah

Ulat buah tanaman cabai adalah Helicoverpa sp. Hama ini menyerang buah muda dengan cara membuat lubang dan memakannya. Ulat buah bersifat polifag. Pengendalian. 1)  Aplikasikan sejak awal mulai pada saat pembibitan bio pestisida Vitura untuk melindungi tanaman. 2) Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan ulat buah. 3)  Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan  insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Tambahkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia tersebut dalam mengatasi serangan ulat buah.

Thrips

Thrips tanaman cabai adalah Thrips Parvispinus. Serangannya ditandai adanya bercak-bercak keperakan pada daun tanaman cabe yang terserang. Hama ini lebih suka mengisap cairan daun muda sehingga menyebabkan daun tanaman yang terserang menjadi keriting, hingga akhirnya tanaman cabai tersebut menjadi kerdil. Pengendalian. 1) Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan thrips penyebab keriting daun. 2)   Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan  insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna insektisida dalam mengatasi serangan thrips penyebab keriting daun.

Kutu Daun

Kutu daun tanaman cabe adalah Myzus Persiceae. Kutu ini mengisap cairan tanaman cabai terutama pada daun muda, kotorannya manis sehingga menggundang semut. Serangan parah menyebabkan daun mengalami klorosis (kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman cabai menjadi kerdil. Pengendalian. 1) Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan kutu daun. 2)   Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan  insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia tersebut dalam mengatasi serangan kutu daun.

Kutu Kebul

Kutu kebul tanaman cabai adalah Bemisia Tabaci. Hama berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian. 1) Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan kutu kebul. 2) Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan  insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna insektisida dalam mengatasi serangan kutu kebul tersebut.

Tungau

Tungau tanaman cabai adalah tungau kuning Pol Polphagotarsonemus lotus dan tungau merah Tetranychus cinnabarinus. Tungau bersembunyi di balik daun sambil menghisap cairan daun. Daun cabe yang terserang berwarna kecoklatan, terpelintir, serta pada permukaan bawah daun terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning. Pengendalian. 1) Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan tungau. 2) Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan  insektisida akarisida berbahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia tersebut dalam mengatasi serangan tungau.

Lalat Buah

"perangkap-lalat-buah-metilat-plus-lem-natural-nusantara-nasa"Lalat buah tanaman cabai adalah Dacus Dorsalis. Lalat betina dewasa menyerang dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah, kemudian telur berubah menjadi larva. Larva-larva ini kemudian menggerogoti buah cabai sehingga buah menjadi busuk. Pengendalian. 1) gunakan perangkap lem lalat buah, yaitu Metilat Plus yang berbahan aktif metil eugenol yang sangat efektif untuk menarik perhatian lalat buah jantan. Semakin banyak perangkap lem Metilat di lahan tanaman cabe akan semakin efektif mengendalikan serangan lalat buah. Apabila lalat buah jantan sibuk tergoda dengan aroma Metilat Lem maka lalat buah betina tidak bisa dibuahi dan akhirnya juga mati. Pada perangkap lem Metilat tersebut juga bisa ditambahkan insektisida sehingga apabila lalat buah jantan terpancing pada perangkap tersebut akan langsung mati. 2) Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia dalam mengatasi serangan lalat buah.

Nematoda

Nematoda tanaman cabai adalah Meloidogyne Incognita. Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda merupakan cacing tanah berukuran sangat kecil, hama ini merupakan cacing parasit penyerang bagian akar tanaman cabe. Bekas gigitan cacing inilah akhirnya menyebabkan serangan sekunder, seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. Pengendalian. 1) Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan GLIO yang dicampur pupuk kandang dan tebarkan di sekitar lubang tanam. Penggunaan GLIO ini sebaiknya dimulai sejak awal penanaman atau pembibitan. 2) Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1 gram pada lubang tanam. Campurkan Aero 810 sebagai bahan pelarut untuk membantu bahan aktif pestisida tersebut lebih tahan lama berada di sekitar tanaman serta tidak mudah hilang tergerus air hujan. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Order Pengendalian Hama Pada Tanaman Cabai

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906