Panduan Budidaya Perikanan

now browsing by category

 

Jual Produk Nasa Untuk Perikanan

produk-nasa-untuk-perikanan-tambak-kolam-viterna-poc-nasa-hormonik-ton-distributor-agen-stockist-stokist-resmi-natural-nusantara-nasaProduk NASA untuk perikanan adalah pupuk TON (Tambak Organik Nusantara) yang berfungsi untuk mengelola lahan budidaya baik air payau maupun air tawar dan yang berfungsi untuk suplemen nutrisi di pakan adalah VITERNA, POC NASA dan HORMONIK. Fungsi dan aplikasi Produk NASA perikanan sama saja baik di perikanan air tawar maupun air payau dan sama juga untuk semua jenis ikan.

Aplikasi Produk Nasa Untuk Perikanan

Aplikasi pada saat Persiapan Kolam atau sebelum isi air

Dosis pemberiannya 2,5 kg ( 10 botol ukuran 250 g). Aplikasi TON yang pertama dilakukan di tanah dasar kolam/tambak pada saat pengeringan setelah dipanen. Aplikasinya dengan cara ditabur ke tanah secara merata, atau bisa dilarutkan dulu baru kemudian disiramkan merata ke tanah dasar kolam.

Aplikasi TON dilakukan sebelum dilakukan pengapuran. Menurut teknis yang benar, setelah diaplikasikan TON kemudian dilakukan pengapuran dengan kapur dolomit dengan dosis 1 ton per hektar (100 kg per 1000 m2) atau sesuai dengan pH aktual. Setelah itu kolam dibiarkan 2-3 hari, kemudian  air dimasukkan setinggi mata kaki dahulu dan biarkan selama 3 hari untuk TON bekerja. Setelah 3 hari baru kemudian air dimasukkan sampai penuh (kedalaman 100 – 120 cm).

Fungsi aplikasi TON pada saat pengeringan ini adalah untuk menetralkan berbagai gas dan senyawa beracun sisa pembusukan bahan organik yang dihasilkan oleh budidaya sebelumnya yaitu amoniak dan H2S. Selain sebagai penetral senyawa atau gas beracun tersebut, TON juga berfungsi menumbuhkan plankton yang berguna sebagai pakan alami ikan/udang.

Aplikasi selama budidaya belangsung.

Selama budidaya berlangsung, TON juga harus diberikan secara periodic (rutin) ke air kolam atau tambak. TON ditaburkan/disiramkan ke air kolam tiap 15 sampai 20  hari sekali dengan dosis 500 g (2 botol) tiap kali aplikasi. Siramkan atau taburkan merata ke air kolam. Fungsi TON untuk mempertahankan kualitas air agar tidak terlalu menurun secara drastis karena pembentukan senyawa atau gas yang beracun. Selain itu TON juga berfungsi menumbuhkan dan menyuburkan plankton yang baru sehingga ketersediaan plankton di tambak selalu terjaga.

Aplikasi VITERNA, POC NASA dan HORMONIK sebagai suplemen pakan.

Cara aplikasi produk nasa untuk perikanan yaitu VITERNA, POC NASA dan HORMONIK  adalah masing-masing satu botol dicampur menjadi satu. Dosis pemberian adalah 1 tutup botol campuran tersebut digunakan untuk mencampur 3 kg pakan. Untuk menambah volume, larutan 1 botol tersebut bisa ditambah dengan air sebanyak ½ sampai 1 liter. Pencampuran dilakukan dengan pakan yang akan diberikan saja, karena jika mencampur dengan pakan yang baru diberikan esok hari, akan bisa menimbulkan jamur di pakan.

Dengan pemberian produk nasa perikanan secara teratur akan meningkatkan hasil panen anda. Silahkan Hubungi Inti Grow untuk mendapatkan harga produk nasa untuk perikanan yang resmi dari PT. Natural Nusantara.

Order Produk Nasa Untuk Perikanan

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan

Jual Produk Nasa Untuk Kepiting Soka

jual-produk-nasa-untuk-budidaya-kepiting-soka-perikanan-viterna-poc-nasa-hormonik-natural-nusantara-distributor-stockist-stokist-agen-resmi-natural-nusantaraProduk Nasa Untuk Kepiting Soka. Budidaya kepiting soka adalah salah satu peluang usaha yang dapat mendatangkan untung besar. Popularitas kepiting jenis ini langsung naik dan banyak diburu oleh para konsumen karena diketahui bahwa seluruh bagian dari kepiting ini dapat disantap. Jadi kita tidak perlu lagi memakan kepiting dengan teknik kuno dimana kita harus bersusah payah mengorek cangkang kepiting yang keras untuk mengambil dagingnya

Peluang Bisnis Budidaya Kepiting Soka

Saat ini permintaan akan kepiting soka terus meningkat. Ini adalah peluang bagi kita yang memiliki hobi beternak, apalagi jika tempat tinggal kita memiliki situasi lingkungan yang pas untuk beternak kepiting. Sementara ini menu masakan kepiting soka masih belum begitu banyak tersedia di restoran-restoran meskipun penggemarnya sudah mulai menjamur. Inilah kesempatan yang perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan keuntungan besar. Akan tetapi, beternak kepiting soka tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Kita perlu mempelajari teknik budidaya kepiting soka dengan sungguh-sungguh.

Persiapan Lahan Budidaya Kepiting Soka

Lokasi atau lahan yang paling ideal untuk mengembangkan usaha ini yaitu pertambakan yang terletak di sekitar tanaman mangrove tumbuh. Umumnya tanah tambak yang dipakai adalah lumpur berpasir. Sementara kedalaman tambak hendaknya tidak kurang dari 80 cm.

Pemilihan Bibit

Kita harus memastikan bahwa bibit kepiting yang kita pakai adalah bibit yang baik untuk dibudidayakan menjadi kepiting soka. Pembibitan bisa dilakukan dengan cara memilih bakal kepiting soka yang baik, yakni yang mempunyai berat sekitar 0,1 ons sampai 0,5 ons. Bibit kepiting soka nantinya akan diolah dengan cara-cara tertentu. Bakal kepiting soka yang tadinya berjenis kelamin jantan akan mengalami proses perubahan jenis kelamin menjadi kepiting betina ketika dipanen.

Cara Beternak Kepiting Soka

Cara beternak kepiting soka sebenarnya mudah, namun dibutuhkan keahlian khusus dan tangan-tangan terampil untuk melakukannya. Oleh sebab itu, kita perlu mengerti betul tentang teknik beternak kepiting soka sebelum mempraktekannya. Cara ternak kepiting soka yaitu dengan melakukan proses yang disebut dengan pemotongan atau cutting. Teknik tersebut adalah memotong kaki-kaki dan capit-capit bakal kepiting soka yang tentunya harus dilakukan dengan teknik yang benar. Proses tersebut dilakukan untuk merangsang bakal kepiting soka masuk ke tahap molting (tahap pelunakan cangkang).

Memelihara kepiting soka tidak dilakukan dengan cara menebar bakal-bakal kepiting secara sembarangan ke dalam tambak, melainkan kita harus menempatkannya ke dalam keramba-keramba setelah proses cutting dilakukan, lalu membenamkannya ke dalam tambak. Proses cutting hingga masa panen hanya akan berlangsung singkat, yakni sekitar 15 hari saja, karena kalau terlalu lama maka cangkang yang telah memasuki tahap pelunakan bisa mengeras lagi.

Pakan yang digunakan untuk pembesaran kepiting soka pada umumnya yaitu daging kerang, ikan rucah, maupun pelet. Untuk mempercepat pertumbuhan kepiting soka gunakan produk nasa untuk kepiting soka. Produk tersebut yaitu Viterna, Poc Nasa dan Hormonik.

Cara penggunaan produk nasa untuk kepiting ini yaitu dengan dicampurkan kepakan kepiting. Dosisinya yaitu 1 tutup botol Viterna + 1 tutup botol POC Nasa + 1/2 tutup botol Hormonik dicampur dengan 2 liter air. Larutan itu digunakan untuk merendam 10 kg pakan selama 2-3 jam. Setelah Pakan Jadi selanjutnya diberikan secukupnya. Jika pakan yang kemarin-kemarin masih ada berarti porsi bisa kita kurangi. Namun jika pakan dimakan habis, maka bisa kita tambah.

Natural Nusantara dengan produk nasa untuk kepiting soka berguna untuk membantu para peternak kepiting untuk memperoleh hasil yang maksimal. Penggunaan Viterna, POC Nasa dan Hormonik untuk campuran pakan kepiting dapat meningkatkan bobot kepiting dan mengurangi angka kematian.

Cara Perawatan dan Panen

Perawatan yang harus kita lakukan yaitu diantaranya adalah menjaga sirkulasi air supaya teratur dan mengendalikan hama. Jika sirkulasi air tidak bagus, maka banyak kepiting yang akan mati. Sementara untuk mengendalikan hama kita bisa menebarkan obat-obatan anti hama yang ramah lingkungan ke dalam air. Ketika tiba masa panen, maka kita angkat kepiting-kepiting soka, kemudian kita rendam di dalam air tawar selama 30 menit. Selanjutnya hasil panen siap untuk didistribusikan.

Jika anda ingin meningkatkan hasil budidaya kepiting soka segera dapatkan produk Nasa untuk Kepiting soka. Produk Nasa yang Asli bisa anda dapatkan di Inti Grow.

Order Produk NASA Untuk Kepiting Soka

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

 

Silahkan Bagikan

Jual Produk Nasa Untuk Ikan Bawal

jual-produk-nasa-untuk-budidaya-ikan-bawal-organik-viterna-poc-nasa-ton-hormonik-produk-nasa-perikanan-natural-nusantara-inti-grow-distributor-stockist-stokist-resmi-pt-natural-nusantaraJual Produk Nasa Untuk Ikan Bawal. Ikan bawal merupakan ikan yang memiliki ketahanan atau kelangsungan hidup yang sangat baik sekitar 90%. Bahkan ikan ini mampu tumbuh dengan kepadatan populasi yang tinggi. Selain itu ikan bawal sangat mudah dalam pemberian pakannya, karena ikan ini merupakan jenis ikan omnivora yang memiliki nafsu makan yang cukup besar.

Dalam budidaya ikan bawal diperlukan pakan dengan kualitas yang baik, agar tercapai pertumbuhan ikan bawal yang maksimal. Pakan terbaik adalah pakan yang dapat mencukupi nutrisi untuk pertumbuhan ikan secara baik. Karena ikan bawal merupakan ikan omnivora, maka pakan yang diberikan dapat berupa dedaunan atau pelet buatan sendiri. Total pelet yang diberikan pada ikan adalah sekitar 3 – 5% dari bobot ikan tersebut (dengan diperkiran jumlah bobot ternak ikan).

Dalam memberikan pakan dapat dengan ditebar secara langsung ke kolam secara merata ke seluruh area kolam. Gunakan produk NASA untuk ikan bawal yakni VITERNA PlusPOC NASA dan HORMONIK dengan dicampurkan pada pakan, untuk mencukupi nutrisi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan secara cepat, karena memiliki kandungan mineral penting yang dibutuhkan ternak serta protein, vitamin, lemak yang kurang mencukupi pada pakan.

Cara penggunaan ketiga produk organik NASA tersebut adalah dengan mencampurkannya menjadi satu, kemudian gunakan satu tutup botol campuran tersebut bersama sedikit air. Semprotkan campuran tersebut untuk pakan sekitar 2,5 kg hingga merata, setelah itu diamkan pakan dengan diangin – anginkan agar meresap pada pakan dengan sempurna, kemudian pakan siap diberikan pada ternak ikan bawal.

Manfaat Produk NASA Untuk Ikan Bawal

  • VITERNA Plus
    Viterna Plus dibuat menggunakan teknologi asam amino melalui pendekatan fisiologis tubuh ikan, dengan meneliti kebutuhan nutrisi ikan untuk pertumbuhannya.
  • POC NASA
    Dengan kanduangan mineral yang penting sebagai penunjang pertumbuhan ikan seperti N, P, K, Ca, Mg, Fedan sebagainya dan memiliki kandungan lemak nabati dan protein yang baik untuk meningkatkan bobot harian ikan, untuk ketahanan tubuh ikan dari serangan penyakit serta baik untuk menurunkan kadar kolesterol yang terdapat pada daging.
  • HORMONIK
    Merupakan sebagai zat pengatur pertumbuhan ternak ikan dengan baik secara keseluruhan.

Kemudian untuk menjaga kualitas air kolam agar tetap baik dalam beternak ikan bawal, gunakan pupuk TON NASA dengan dosis penggunaannya adalah 5 tutup botol per hektar atau sekitar 25 gram per 100 m2. Pupuk organik NASA untuk kolam / tambak perikanan ini memiliki kandungan unsur mineral dan asam organik penting yang mampu menetralkan kembali zat berbahaya yang terdapat pada kolam dari hasil pembusukan kotoran yang mengendap dalam kolam. Selain TON NASA dengan kandungan mineral bermanfaat untuk menyuburkan plankton sebagai pakan alami ikan dikolam.

Dalam budidaya ikan bawal ini dapat dipanen setelah 4 – 6 bulan pemeliharaan, atau sudah mencapai ukuran 500 gram per ekor dengan kepadatan populasi penebaran bibit dalam kolam adalah 4 ekor per m2. Alat yang umumnya digunakan untuk memanen ikan bawal adalah waring bermata lebar. Pada saat pemanenan persiapkan dahulu tempat penampungan ikan dengan ukuran yang besar dan diletakkan pada perairan dengan kondisi airnya yang terus mengalir. Hal ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya kematian atau kerusakan pada ikan sebelum dilakukan proses pengangkutan.

PENYAKIT DALAM BUDIDAYA IKAN BAWAL

Dalam budidaya ikan bawal penyakit yang pernah ditemukan pada ikan bawal air tawar umumnya disebabkan beberapa hal berikut, diantaranya adalah :

  • Parasit / Virus
    Untuk penyakit jenis bintik putih (white spot)atau “Ich” umumnya disebabkan oleh virus yang datang pada musim hujan. Untuk penanganannya adalah dengan dengan memberikan garam pada air kolam. Selain itu penyakit ini muncul akibat suhu kolam pembesaran ikan bawal yang terlalu dingin. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan meningkatkan suhu air kolam sekitar 29 derajad Celcius, caranya adalah dengan menurunkan kedalaman (tinggi air kolam) kemudian air kolam diberi formalin 25 ppm.
  • Bakteri
    Penyakit ikan bawal yang biasa disebabkan penyakit umumnya adalah Streptococus sp. dan Kurthia sp. Untuk penanggulangannya adalah dengan memberikan antibiotik tetrasiklin dengan dosis pemberiannya sekitar 10 ppm.
  • Kapang / Jamur
    Penyakit karena jamur ini biasanya dikarenakan adanya luka akibat dari penanganan yang kurang hati – hati. Untuk penanggulangannya adalah dengan menggunakan Kalium Permanganat (PK)dengan dosis pemberiannya sekitar 2-3 ppm.

Demikianlah panduan teknis budidaya ikan bawal menggunakan produk organik NASA dari awal persiapan kolam hingga pemanenan. Semoga melalui tutorial budidaya ikan bawal ini dapat memberikan keuntungan yang lebih dalam usaha ikan bawal. Segera lakukan pemesanan produk nasa untuk ikan bawal agar hasilnya maksimal

Order Produk NASA Untuk Ikan Bawal

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan

Budidaya Lobster Air Tawar

Cara budidaya lobster air tawar baru-baru ini memang cukup menjanjikan. Pasalnya, permintaannya semakin bertambah sementara pembudidaya lobster belum terlalu banyak, sehingga kebutuhan pasar belum terpenuhi. Budidaya lobster air tawar dapat dilakukan di lokasi yang bisa Anda pilih, di kolam tanah, maupun kolam terpal. Akan tetapi, untuk perawatan lobster harus dilakukan dengan cermat agar hasil panen semakin optimal. Hanya saja, Anda harus melakukan perawatan dengan cermat agar budidaya lobster air tawar menjadi optimal. Berikut adalah cara mudah budidaya lobster air tawar.cara-budidaya-lobster-air-tawar-produk-nasa-jual

  1. Habitat lobster

Hal pertama yg harus ditentukan adalah habitat dari lobster air tawar tersebut. Apakah di kolam tanah, akuarium, kolam semen, atau kolam terpal. Sebelum diberi air, terlebih dulu gunakan TON (Tambak Organik Nusantara) untuk mengembalikan kesuburan lahan, mempercepat pertumbuhan pakan alami / plankton, dan menetralkan senyawa beracun. Pengaplikasiannya yaitu dengan cara memasukkan beberapa sendok TON ke dalam air kemudian aduk hingga rata dan siramkan ke seluruh areal lahan tambak. Diamkan selama 3-7 hari. Setelah itu masukkan air pertama setinggi 10-25 cm dan dibiarkan selama 7 hari untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah menggunakan TON dan membersihkan air dari kaporit jika pengairan dari PAM. Setelah itu, air dimasukkan hingga minimal 80 cm.

  1. Pemberian pakan

Hal paling penting dalam perawatan lobster air tawar tersebut adalah bagaimana cara pemberian pakan sesuai ukuran yg mereka butuhkan. Karena dalam budidaya lobster air tawar memiliki sifat kanibalisme seperti halnya ikan lele. Ketika asupan makanan kurang, maka yang akan menjadi santapan mereka adalah lobster lainnya.

Pemberian pakan baiknya dilakukan 2 kali sehari, yakni pagi serta sore hari menjelang malam. Makan yg bisa diberikan adalah;

  • Pellet
  • Jagung basah diparut serta sayuran lain
  • Ketela pohon diparut
  • Plankton

Untuk mencegah kekurangan asupan makanan dan meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan VITERNA dan POC NASA yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.

Selain itu, sebaiknya, di dasar kolam diberi paralon. Baik itu kolam akuarium maupun kolam semen serta tanah. Paralon sangat berguna sebagai tempat bersembunyi bagi lobster yg sedang berkembang biak dari serangan lobster yang lebih besar. Di paralon tersebut juga bisa Anda buat ventilasi udara supaya bisa mendukung kesuksesan cara mudah budidaya lobster di air tawar tersebut.

Lobster air tawar ini mengalami pergantian kulit sama seperti ular. Pada saat pergantian kulit inilah saat di mana lobster sangat lemah dan bisa menjadi sasaran lobster lain saat asupan pakan berkurang. Saat pergantian kulit selesai, ukuran lobster biasanya akan bertambah besar.

  1. Pemilihan bibit

Bibit bisa didapatkan dengan mengawinkan lobster betina serta jantan yg bisa dibedakan berdasarkan warna capitnya. Untuk bibit terbaik, sebaiknya pilih yg ukurannya 1 inci hingga 2 inci. Lalu dimasukkan dalam kolam pembesaran. Jangan lupa pasang kincir supaya gelembung udara lancar. Sebagai pengganti kincir, Anda juga bisa menggunakan aerator.

  1. Pemanenancara-budidaya-lobster-air-tawar-produk-nasa-jual

Panen lobster air tawar dapat dilakukan setelah berumur 7 bulanan. Untuk mengambil lobster yang telah siap panen (dikonsumsi) biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari. Saat menjelang siang biasanya banyak lobster yang melakukan molting. Jika pada saat bersamaan dilakukan pengurangan air, dikhawatirkan lobster akan mati. Karena itu panen yang dilakukan pada siang hari sebaiknya sudah selesai sebelum menjelang siang.

Untuk memanen lobster cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan perangkap pembuangan. Air di dalam kolam dikeluarkan hingga tinggal 5 cm. Saat air dibuang, lubang pembuangan dipasang penyaringan agar lobster tidak kabur. Setelah semua lubang persembunyian (shelter) dikeluarkan, lobster yang menempel pada media persembunyian bisa langsung ditampung dalam serokan. Selanjutnya air dikosongkan hingga kering dan sisa lobster yang tertinggal diambil dengan tangan.

Segera dapatkan produk Nasa untuk budidaya lobster air tawar Anda. Dapatkan produk Nasa yang asli dan jangan tergiur harga murah.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan

Ternak Belut dalam Drum

Beternak belut sebenarnya tidak begitu susah karena belut dapat dibudidayakan baik itu dalam kolam ataupun drum. Pada kesempatan ini, Kami akan membahas sedikit tentang cara budidaya belut dalam drum.

Cara ternak belut dalam drum ini tergolong dalam semi permanen. Selain menggunakan drum dalam budidaya belut secara semi permanen bisa juga memanfaatkan drum/tong, kontainer plastic atau kolam terpal. Tentu saja dengan menggunakan drum tidak seawet menggunakan kolam tembok jadi jika Anda serius ingin budidaya belut disarankan mengggunakan kolam semen/tanah (Permanen).

budidaya-belut-drum-ternak-nasa-intigrow-jual

A. Media tumbuh untuk budidaya belut

Di alam bebas belut sering dijumpai dalam perairan berlumpur. Lumpur merupakan tempat perlindungan bagi belut. Dalam kolam budidaya pun, belut membutuhkan media tumbuh berupa lumpur.

Beberapa material yang bisa dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain, lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan TON.

Komposisi material organik dalam media tumbuh budidaya belut tidak ada patokannya. Sangat tergantung dengan kebiasaan dan pengalaman. Pembudidaya bisa meramu sendiri media tumbuh dari bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Berikut ini salah satu alternatif cara ternak belut dalam drum:

  • Bersihkan dan keringkan drum. Kemudian letakkan jerami padi yang telah dirajang pada dasar drum setebal kurang lebih 20 cm.
  • Letakkan pelepah pisang yang telah dirajang setebal 6 cm, di atas lapisan jerami.
  • Tambahkan campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus setebal 20-25 cm, di atas pelepah pisang. Pupuk organik berguna untuk memicu pertumbuhan biota yang bisa menjadi penyedia makanan alami bagi belut.
  • Siram lapisan media tumbuh tersebut dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, misalnya larutan TANGGUH PREBIOTIK, dan TON.
  • Timbun dengan lumpur sawah atau rawa setebal 10-15 cm. Biarkan media tumbuh selama 1-2 minggu agar terfermentasi sempurna.
  • Alirkan air bersih selama 3-4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi tersebut untuk membersihkan racun. Setel besar debit air, jangan terlalu deras agar tidak erosi.
  • Langkah terakhir, genangi media tumbuh tersebut dengan air bersih. Kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam tersebut bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok. Jangan terlalu padat.

Dari proses di atas didapatkan lapisan media tumbuh/lumpur setebal kurang lebih 60 cm. Setelah semuanya selesai, bibit belut siap untuk ditebar.

B. Penebaran Bibit dan Pengaturan Air

Belut merupakan hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2.

  • Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina.
  • Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan terlalu deras (air seperti genangan sawah) yang penting terjadi sirkulasi air. Atur juga kedalaman air, hal ini berpengaruh pada postur tubuh belut. Air yang terlalu dalam akan membuat belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan, sehingga belut akan lebih kurus.

C. Pemberian pakan

Belut merupakan hewan yang rakus. Keterlambatan dalam memberikan pakan bisa berakibat fatal. Terutama pada belut yang baru ditebar. Takaran pakan harus disesuaikan dengan berat populasi belut. Secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.

Pakan budidaya belut bisa berupa pakan hidup atau pakan mati. Pakan hidup bagi belut yang masih kecil (larva) antara lain zooplankton, cacing, kutu air (daphnia/moina), cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan belut yang telah dewasa bisa diberi makanan berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi pemberian pakan hidup dapat dilakukan 3 hari sekali.

Untuk pakan mati bisa diberikan bangkai ayam, cincangan bekicot, ikan rucah, cincangan kepiting yuyu, atau pelet. Pakan mati untuk budidaya belut sebaiknya diberikan setelah direbus terlebih dahulu. Frekuensi pemberian pakan mati bisa 1-2 kali setiap hari.

Bisa juga ditambahkan dengan pakan buatan yang berupa pelet. Pakan buatan bisa diberikan setiap pagi hari atau sore hari.  Untuk meningkatkan efektivitas pakan dalam budidaya belut, tambahkan produk nutrisi organik Natural Nusantara, yaitu Viterna, POC Nasa, Hormonik  ke dalam pakan buatan tersebut.

Karena belut binatang nokturnal, pemberian pakan akan lebih efektif pada sore atau malam hari. Kecuali pada tempat budidaya yang ternaungi, pemberian pakan bisa dilakukan sepanjang hari.budidaya-belut-drum-ternak-nasa-intigrow-jual

D. Pemanenan

Tidak ada patokan seberapa besar ukuran belut dikatakan siap konsumsi. Tapi secara umum pasar domestik biasanya menghendaki belut berukuran lebih kecil, sedangkan pasar ekspor menghendaki ukuran yang lebih besar. Untuk pasar domestik, lama pemeliharaan pembesaran berkisar 3-4 bulan, sedangkan untuk pasar ekspor 3-6 bulan, bahkan bisa lebih, terhitung sejak bibit ditebar.

Terdapat dua cara memanen budidaya belut, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian dilakukan dengan cara memanen semua populasi belut, kemudian belut yang masih kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali.

Sedangkan pemanenan total biasanya dilakukan pada budidaya belut intensif, dimana pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan secara cermat. Sehingga belut yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih seragam.

Segera dapatkan produk NASA untuk ternak belut Anda. Dapatkan produk Nasa yang asli dan jangan tergiur harga murah.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan

Teknik Budidaya Ikan Patin di Kolam Air Tawar

teknik-budidaya-ikan-patin-di-kolam-air-tawar-ton-hormonik-viterna-poc-nasa-produk-natural-nusantara.jpgIkan patin (Pangasius hypophthalmus) termasuk golongan jenis ikan lele (catfish). Ikan patin memiliki habibat asli di sungai-sungai besar, namun ikan patin dapat hidup dan dibudidayakan di kolam air tawar. Ikan patin termasuk golongan ikan yang paling banyak dikonsumsi karena memiliki sumber protein hewani yang tinggi.

Ikan patin memiliki masa pertumbuhan yang cepat, pemberian makan yang teratur panjang badan ikan bisa mencapai 35 sampai 40 cm ketika umur ikan mencapai 6 bulan. Agar pertumbuhan bibit ikan bisa lebih cepat, maka sebaiknya ikan patin dibudidayakan di kolam dengan air yang mengalir secara teratur.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam teknik budidaya ikan patin di kolam air tawar antara lain:

  1. Pemilihan habitat (kolam)

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita menentukan habitat untuk budidaya ikan patin, antara lain:

  • Pilihlah jenis tanah liat atau tanah lempung dan tidak berporos, karena tanah jenis ini merupakan tanah yang bagus untuk dibuat sebagai kolam tempat pemeliharaan.
  • Pilihlah tanah yang mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 %, supaya aliran air ke kolam bisa lebih mudah secara gravitasi.
  • Jika anda mempunyai pilihan menentukan cara budidaya ikan patin dengan sistem jala apung, maka pilihlah sungai yang mempunyai arus lambat.
  • Suhu air harus diperhatikan pada kisaran 26 sampai dengan 28 derajat celcius ketika masa penetasan telur mejadi larva yang siap dimasukan akuarium.
  • Kolam diusahakan mempunyai keasaman kira-kira 6,5 sampai dengan 7.
  • Pemberian TON pada saat pengeringan kolam.
  1. Pembenihan ikan patin

Untuk pembenihan ikan patin sebaiknya memilih lokasi kolam yang dekat dengan sumber air dan bebas dari banjir. Ada 3 jenis kolam yang perlu disiapkan untuk memulai teknik budidaya ikan patin.

  • Kolam Tempat Memelihara Induk.

Luas kolam ditentukan oleh  jumlah induk dan intensitas dalam pengolahannya, misalnya untuk 100 kilogram induk               sebaiknya dipelihara di dalam kolam dengan luas kira-kira 500 m2 . Kolam sebaiknya  berbentuk persegi panjang dan dinding samping kolam bisa ditembok.

  • Kolam Tempat Pemijahan

Kolam tempat memijahkan bisa di kolam tanah atau berupa bak tembok, jumlah induk yang hendak dipijahkan memengaruhi besarnya ukuran atau luas kolam. Misalnya untuk 1 ekor induk yang mempunyai berat 3 kilogram sebaiknya ditempatkan pada kolam dengan luas 18 meter persegi yang sudah dilengkapi dengan kira-kira 18 buah ijuk.

  • Kolam Tempat Pendederan

Kolam tempat pendederan sebaiknya berbentuk 4 persegi, buatlah saluran (kemalir) pada dasar kolam dan buatkan juga kubangan di daerah saluran pengeluaran. Saluran kemalir dan kubangan dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan benih pada saat panen tiba.

  1. Cara Pemijahan dan Memilih Bibit Ikan Patin

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pembibitan di dalam teknik budidaya ikan patin agar didapatkan bibit yang sehat dan cepat dalam membesarkannya.

  • Memilih Bibit Ikan Patin yang Bagus

Pemilihan Bibit Ikan Patin bisa berasal dari proses pemeliharan di kolam sejak kecil atau hasil dari tangkapan di alam, pilihlah induk yang berasal dari kawanan ikan patin yang sudah dewasa.

  • Perawatan dan Pemeliharaan Induk patin

Pemeliharaan secara khusus pada ikan patin untuk dipijahkan bisa dilakukan di dalam sangkar yang terapung, berilah makanan yang kaya akan protein kepada induk ikan.

Berikut cara membedakan ikan patin jantan dan betina yang siap untuk dipijahkan:

  1. Induk betina
  • Induk sudah mempunyai usia 3 tahun.
  • Induk sudah mempunyai berat antara 1,5 samapai dengan 2 kilogram.
  • Secara visual induk sudah mempunyai perut yang membesar pada daerah anus.
  • Bila diraba perut induk patin akan terasa empuk, lembek dan tipis.
  • Ada pembengkakan dan timbul warna merah di daerah kloaka.
  • Akan keluar beberapa butir telur jika daerah kloaka ditekan.

2.   Induk jantan

  • Induk sudah mempunyai usia 2 tahun.
  • Induk sudah mempunyai berat antara 1,5 sampai dengan 2 kilogram
  • Induk jantan mempunyai perut yang lembek dan tipis.
  • Jika diurut sambil ditekan induk jantan akan mengeluarkan cairan berupa sperma yang berwarna putih.
  • Pada bagian kelamin Induk jantan ada pembengkakan dan mempunyai warna merah tua.

Setelah bibit yang dipijahkan menghasilkan benih, lakukanlah pemindahan terhadap benih ikan patin yang sudah mempunyai usia 1 hari, pindahkan benih ke dalam akuarium dengan ukuran 80 x 45 x 45 (cm). Setiap akuarium usahakan diberi air dari sumur bor yang sudah terlebih dahulu diaerasi. Secara ideal setiap akuarium berisi 500 ekor, tempatkan aerator di setiap akuarium untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada benih. Agar kestabilan suhu air dan ruangan terjaga maka dapat ditempatkan heater (pemanas).

  1. Pemeliharaan dan Pembesaran Bibit Ikan Patin

Ikan patin mempunyai karakteristik pertumbuhan yang pesat, terutama pertambahan panjang badan ikan, ketika menginjak usia 2 bulan, benih ikan patin bisa tumbuh mencapai 10 sampai dengan 12 cm, dan berat badanya bisa mencapai 14 sampai dengan 15 gram. Ketika beratnya mencapai 2,50 kilogram pertambahan berat badanya menjadi lebih cepat dari pada pertambahan panjang badannya. Namun ketika ikan patin mencapai umur 10 tahun pertumbuhannya (berat dan panjang) menjadi lebih lambat dibandingkan dengan ikan patin yang masih muda. Di habitat aslinya di alam liar, Ikan patin dewasa bisa bertahan hidup sampai umur 20 tahun. Kegiatan pembesaran dan pemeliharaan ikan patin meliputi :

  • Pengontrolan Kualitas air dan kolam ikan patin

Kualitas air ikan patin yang kurang baik bisa mengakibatkan ikan gampang diserang penyakit, penyeleksian kualitas air  meliputi 2 sifat yaitu sifat air secara fisika dan sifat air secara kimiawi. Sifat air secara fisika terdiri dari faktor suhu, kekeruhan air, dan warna air. Sedangkan sifat air secara kimiawi terdiri dari faktor besarnya kecilnya kandungan oksigen (O2), kandungan karbondioksida (CO2), nilai pH serta zat-zat atau limbah beracun. Selain itu kedalaman air juga mempengaruhi jumlah plankton yang ada, semakin dalam kedalaman air jumlah planktonnya sedikit.

  • Pemberian Pakan Ikan Patin

Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan ditambahkan Produk Nasa yang berupa VITERNA + POC NASA + HORMONIK. Untuk pemberian Pakan + Produk Nasa disaat pagi hari saja. Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan.

  1. Masa Panen Dalam Budidaya Ikan Patin

Metode penangkapan pada masa panen ikan patin dengan memakai sistem jala apung sering menyebabkan ikan menjadi luka-luka. Sebaiknya dimulai dengan menangkap ikan terlebih dahulu dilakukan di daerah hilir kemudian secara perlahan maju ke daerah hulu. Jika anda menggunakan kere doronglah kawanan ikan patin sehingga mereka terpojok di daerah hulu, metode penangkapan seperti ini lebih baik dan menguntungkan sebab kawanan ikan patin tetap memperoleh air segar untuk menghindari kematian pada ikan.

Ikan patin yang dibudidayakan di dalam hampang dalam kurun waktu 6 bulanan sudah bisa dipanen, benih yang mempunyai berat 8 sampai dengan 12 gram/ekor ketika pada awal waktu ditebarkan di kolam, beratnya akan mencapai kira-kira 600 sampai dengan 700 gram/ekor ketika menginjak umur 6 bulan.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan

Budidaya Udang Vanamei di Kolam Tambak

 

BUDIDAYA UDANG VANAMEI DI KOLAM TAMBAKudang-vanamei-budidaya-udang-vanamei-kolam-tambak-ton-poc-nasa-viterna-hormonik.jpg

Udang Vanamei (litopenaeus vannamei) merupakan salah satu jenis udang yang akhir-akhir ini banyak diminati. Udang vanamei memiliki karakteristik spesifik seperti dapat beradaptasi  terhadap lingkungan suhu rendah, perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi), laju pertumbuhan udang yang relatif cepat pada bulan I dan II dan memiliki kelangsungan hidup yang tinggi. Dengan keunggulan yang dimiliki tersebut, jenis udang ini sangat potensial dan memiliki prospek yang bagus dalam pengembangannya.

Banyak yang beranggapan bahwa udang vannamei hanya dapat dibudidayakan secara intensif. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, berdasarkan hasil kajian menunjukan bahwa udang vannamei juga dapat diproduksi dengan pola tradisional. Menggunakan pola tradisional petambak dapat menghasilkan ukuran panen udang yang lebih besar sehingga harga per kilo gramnya menjadi lebih mahal. Langkah – langkah yang perlu diperhatikan dalam budidaya udang vanamei di kolam tambak adalah sebagai berikut:

  1. PERSIAPAN TAMBAK
  • Pengeringan/pengolahan tanah dasar

Air yang ada dalam tambak dibuang terlebih dahulu, selanjutnya tambak dikeringkan sampai retak – retak atau dilakukan pembalikan tanah dengan cara ditraktor agar H²S menghilang karena teroksidasi.  Sebaiknya tambak dikeringkan secara sempurna untuk membunuh bakteri patogen yang ada di tambak.

  • Pemberantasan hama

Pemberantasan ikan-ikan dengan sapion 15-20ppm (7,5-10kg/ha) dengan tinggi air tambak 5cm.

  • Pengapungan dan pemupukan

Untuk menunjang perbaikan kualitas tanah dan air dilakukan pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ha, dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ha. Untuk langkah selanjutnya masukkan air ke dalam tambak , lalu lakukan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ha), pupuk kandang (2000 kg/ha).

  • Pengisian air

Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak selesai. Air dalam tambak dibiarkan dalam tambak selama 2-3 minggu.

Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan tambak perlu diberi TON.  Caranya masukkan sejumlah TON ke dalam air, kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.

  1. PENEBARAN

Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plankton tumbuh dengan baik baik (7-10 hari) sesudah penumpukan. Benur vanname yang digunakan adalah PL 10 – PL 12 dengan berat awal 0,001g/ekor. Kriteria benur vannamei yang baik adalah mencapai ukuran PL – 10 atau organ insangnya telah sempurna, seragam atau rata, tubuh benih dan usus terlihat jelas, serta udang berenang melawan arus.

Sebelum benur ditebar, lakukan aklimatisasi terhadap suhu dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benur ke dalam tambak. Sedangkan aklimatisasi terhadap salinitas dilakukan dengan membuka kantong dan diberi sedikit demi sedikit air tambak selama 15-20 menit. Selanjutnya kantong benur dimiringkan dan benur vannamei akan keluar dengan sendirinya. Penebaran benur vannamei dilakukan sebaiknya pada saat siang hari.

  1. PEMELIHARAAN

Selama pemeliharaan, setiap hari perlu dilakukan monitoring kualitas air yang meliputi : suhu, salinitas, transparasi, pH dan kedalaman air, serta oksigen. Pakan diberikan pada hari ke-70 dimana pada saat itu dukungan pakan alami (plankton) sudah berkurang atau pertumbuhan udang mulai lambat. Pergantian air yang pertama kali dilakukan setelah udang berumur >60 hari dengan volume pergantian 10% dari volume total, sedangkan pada bulan berikutnya hingga panen, volume pergantian air ditingkatkan mencapai 15-20% pada setiap periode pasang. Sebelum umur pemeliharaan mencapai 60 hari hanya dilakukan penambahan air sebanyak yang hilang akibat penguapan atau rembesan. Kualitas air yang layak untuk pembesaran vannamei adalah salinitas optimal 10-25 ppt (toleransi 50 ppt), suhu 28-31°C, oksigen >4ppm, amoniak <0,1ppm, pH 7,5-8,2 dan H²S <0,003ppm

  1. PANEN

Pada saat masa panen yang harus dipertimbangkan adalah aspek harga, pertumbuhan dan kesehatan udang. Panen dilakukan setelah umur pemeliharaan 100-110 hari. Peralatan panen yang perlu dipersiapkan berupa keranjang panen, jaring yang dipasang di pintu air, jala lempar, stiroform, ember, baskom, dan lampu penerangan dilakukan dengan menurunkan volume air secara gravitasi dan di bantu pengeringan dengan pompa. Sebaiknya panen dilakukan pada malam hari yang bertujuan untuk mengurangi resiko kerusakan mutu udang, karena udang hasil panen sangat peka terhadap sinar matahari. Dengan pola tradisional plus produksi udang vannamei 835-1050 kg/ha/musim tanam dengan sintasan 60-96%, ukuran panen antara 55-65 ekor/kg

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan

Cara Mempercepat Pertumbuhan Budidaya Ikan Nila

"cara-budidaya-ikan-nila-poc-nasa-hormonik-viterna-plus"Cukup banyak pertanyaan yang masuk kepada kami, salah satunya adalah bagaimana cara mempercepat pertumbuhan budidaya ikan nila? Salah satu komoditas perikanan air tawar yang cukup menjanjikan prospeknya  adalah budidaya ikan nila. Kebutuhan ikan nila yang cukup tinggi di pasaran khususnya untuk segmen rumah makan dan restoran menjadikan para penggiat ternak ikan nila sangat bergairah.

Ikan nila memiliki rasa dan tekstur daging yang khas sehingga sangat cocok untuk dimasak dengan berbagai cara. Demikian pula yang dilakukan oleh para peternak ikan nila di daerah Karanganom, Klaten, Jawa Tengah yang tekenal sebagai sentra ikan nila. Para peternak ikan nila di daerah ini sudah cukup lama menggeluti budidaya ikan nila khususnya nila merah sehingga mereka sangat mengetahui berbagai kendala yang terjadi selama proses budidaya ikan nila merah, seperti pertumbuhan yang kurang maksimal dan angka kematian ikan nila yang masih cukup tinggi.

"budidaya-ikan-nila-merah-viterna-poc-nasa-hormonik"Hingga pada akhir tahun 2012 para peternak ikan nila daerah tersebut mengetahui dan mulai menggunakan produk NASA seperti Viterna, POC NASA dan Hormonik untuk dicampurkan pada pelet atau pakan ikan nila sebagai sumber vitamin dan mineral untuk memacu pertumbuhan. Tidak hanya itu tetapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh ikan nila sehingga pada umur 50 hingga 55 hari para peternak sudah bisa melakukan panen dengan size 1 kg isi 4-5 ekor siap konsumsi.

Dengan jumlah tebar ikan sebanyak 700 kg dengan size 1kg isi 15-20 ekor bibit nila selama 55 hari dibesarkan, ternyata angka kematiannya hanya 20 kg atau sekitar 2,8%. Dengan hasil ini para peternak ikan nila di daerah Karanganom Klaten makin bersemangat untuk terus melakukan budidaya ikan nila.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan

Penggantian Air Kolam Ikan yang Tepat Membuat Produktivitas Perikanan Meningkat

"teknik penggantian air kolam ikan dengan pupuk perikanan TON"Saat ini budidaya perikanan organik, baik budidaya perikanan air tawar maupun budidaya perikanan air payau merupakan tren yang sudah menjadi tuntutan untuk menghasilkan produk hasil budidaya perikanan Indonesia yang aman, sehat, bergizi dan tetap menjamin kelestarian. Maka dari itu diperlukan guna menunjang produktivitas hasil yang optimal perlu sarana produksi yang ramah lingkungan dan serta budidaya perikanan yang baik dan benar.

Salah satu hal  yang sangat penting dalam budidaya perikanan di Indonesia dan wajib diperhatikan untuk berbudidaya yang benar adalah teknik penggantian air kolam ikan yang tepat membuat produktivitas perikanan meningkat.

Pergantian air kolam ikan diperlukan jika memang harus ganti air, artinya dilakukan ganti air jika memang kondisi air pada saat itu mengharuskan untuk diganti.  Air yang berkualitas jelek disebabkan oleh penumpukan hasil penguraian bahan organik yang masuk ke kolam. Bahan organik tersebut berupa kotoran ikan, ikan yang mati, pakan yang tidak termakan, plankton yang mati dan juga tumbuh-tumbuhan air yang mati jika ada.

Ciri-ciri air yang jelek adalah sebagai berikut  :

  • Air berbusa, hal ini menunjukkan sudah tingginya timbunan bahan organik yang ada di kolam ikan, sehingga harus dibuang. Karena timbunan bahan organik tersebut berada di dasar kolam ikan, maka yang harus dibuang adalah air bagian bawah tersebut. Pada kolam tanah sebisa mungkin dibuat saluran pembuangan di bagian tengah yang memungkinkan bisa membuang timbunan bahan organik di dasar  kolam. Jika tidak bisa membuat saluran pembuangan tersebut, pembuangan bisa dilakukan dengan pompa penyedot air. Pada kolam bak juga harus dibuat konstruksi berupa saluran pembuangan air bagian bawah.
  • Air kotor, meterial yang mengotori air kolam bisa mengganggu kehidupan ikan atau udang, sehingga harus dibuang dan airnya diganti yang baru.
  • Air pekat, yang dimaksud dengan air pekat adalah jika air sudah penuh dengan bahan-bahan yang terlarut, misalnya lumpur, material pencemar lain dari luar.

"cara penggantian air kolam dengan pupuk organik TON Nasa"Jika kualitas air bisa terus terjaga dengan baik selama proses budidaya maka tidak perlu dilakukan ganti air selama masa budidaya perikanan. Pemakaian pupuk organik TON dan pemakaian probiotik yang tepat akan selalu menjaga kualitas air budidaya, sehingga bisa meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya.

Hal ini sudah terbukti di beberapa daerah yang menggunakan produk pupuk organik khusus perikanan TON, misalnya di Kendal dan Gresik untuk tambak budidaya udang dan budidaya bendeng. Juga di Yogyakarta dan daerah-daerah lainnya untuk budidaya perikanan jenis lainnya, seperti budidaya lele, budidaya ikan nila, budidaya patin, mujahir, bawal, gurameh dan lain sebagainya.

Untuk melihat keterangan lengkap mengenai produk pupuk organik khusus perikanan, TON, silahkan KLIK disini. Mari kita optimalkan budidaya perikanan di Indonesia sebagai sentra penghasil komoditas perikanan terbesar di dunia.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan

Ternak Lele Sangkuriang | Cara Ternak Lele 45 Hari Panen

"cara-ternak-lele-sangkuriang-pemula-kolam-terpal-pakan-ikan-lele-pelet-murah"Peluang usaha ternak lele sampai saat ini sebetulnya sangat menjanjikan. Kebutuhan dan konsumsi masyarakat untuk jenis ikan ini sangat besar. Hal ini membuat potensi bisnis ternak lele sangat prospektif.

Ternak lele sebetulnya cukup mudah dilakukan. Tidak hanya itu, budidaya ternak lele juga cukup murah. Akan tetapi tidak banyak orang mengerti dan memahami sepenuhnya cara beternak lele secara tepat. Alhasil, bukan untung yang di dapat melainkan rugi karena banyak kendala yang dihadapi, terutama mengenai tingginya kematian ikan lele dan lambatnya pertumbuhan.

Berikut ini akan kita bahas tips ternak lele yang cukup sederhana namun bisa memberikan keuntungan yang maksimal. Nah, dalam pembahasan artikel kali ini akan diulas mengenai cara budidaya ternak lele sangkuriang. Semoga bisa menjadi panduan ternak lele bagi Anda dan kita bisa sama-sama belajar ternak lele.

Persiapan Kolam Ternak Lele

Dalam budidaya ternak lele dibutuhkan media sebagai habitat hidupnya. Banyak jenis media kolan untuk ternak lele yang bisa dipilih, seperti ternak lele kolam terpal, ternak lele kolam bak semen atau permanen, ternak lele kolam tanah, dan masih banyak jenis media kolam untuk ternak lele bisa dipraktikkan.

Media kolam untuk ternak lele idealnya harus mempunyai konstruksi yang tepat, mempunyai kualitas air yang baik, dan mempunyai perawatan yang bagus.

Bila Anda menggunakan media kolam tanah untuk budidaya ternak lele sangkuriang, perhatikan bagian dinding kolam. Pastikan dalam kondisi padat dan tidak bocor. Mengeraskan kolam untuk ternak lele sangkuriang bisa dengan cara memukul-mukul dinding kolam untuk memadatkannya.

Langkah berikutnya adalah memberikan kapur ke dalam kolam untuk mengantisipasi hama dan penyakit yang bersarang dalam kolam. Dosis pemberian kapur yang dianjurkan adalah 20 – 200 gram per meter persegi, tergantung tingkat keasamannya. Selanjutnya  adalah pemasangan pintu penyaringan dan pemupukan dasar menggunakan pupuk makro NPK dan tambahkan dengan pupuk organik padat khusus perikanan, yaitu TON.

Aplikasi pupuk organik padat khusus perikanan TON bisa dicampurkan bersama pupuk makro NPK. 

Persiapan Bibit dan Jenis Ikan Lele

"bibit-lele-benih-lele-sangkurian-cara-ternak-lele-sangkuriang-budidaya-lele"Nah, sekarang saatnya untuk persiapan bibit. Konsentrasilah pada pemilihan bibit ternak lele yang bagus kualitasnya. Pemilihan bibit ternak lele yang bagus akan berpengaruh besar pada keberhasilan budidaya. Cara yang paling sederhana adalah pastikan bibit ternak lele tersebut tidak mempunyai cacat secara fisik, warnanya cerah dan gerakannya lincah.

Bibit ikan lele yang berkualitas biasanya berasal dari indukan lele yang bagus pula.

Benih lele sangkuriang sebelum ditebarkan ke kolam sebaiknya dilakukan sterilisasi dengan larutan KM5NO4. Larutan tersebut digunakan untuk merendam bibit ternak lele sangkuriang selama kurang lebih 10 menit agar terbebas dari penyakit.

Sedangkan untuk penebaran benih ikan lele sangkuriang sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari di saat suhu udara masih dalam keadaan normal dan tidak terlalu panas. Sebelum bibit ikan lele sangkuriang dimasukkan ke dalam kolam, terlebih dahulu benih diaklimatisasi, yaitu memasukkan ke dalam kolam secara perlahan-lahan agar ikan bisa beradaptasi. 

Pemberian Pakan Ternak Ikan Lele Sangkuriang

Untuk menunjang pertumbuhan yang optimal, pemberian pakan ikan lele berupa pelet sangat dianjurkan. Pemberian pakan ikan ini akan membantu mempercepat pertumbuhan ternak ikan lele di dalam kolam. Untuk meningkatkan kadar nutrisi yang terkandung di dalam pelet sangat direkomendasikan untuk menambahkan Viterna Plus, POC Nasa dan Hormonik. Ketiga produk tersebut adalah produk yang sudah banyak dipakai petani ikan lele. Terbuat dari bahan-bahan alami dan mempunyai kandungan nutrisi tinggi sehingga sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan ikan dan mengurangi anka kematian.

Untuk menjaga ekosistem kolam tetap stabil juga secara rutin wajib diberikan pupuk organik padat khusus perikanan TON. Peran pupuk organik padat perikanan TON ini juga sangat penting, yaitu membantu menetralkan pH, meningkatkan kualitas kolam, memacu pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan dan masih banyak lagi.

Tebarkan pupuk organik padat perikanan TON ini secara berkala setiap seminggu sekali. Atau gunakan TON setiap kali tercium aroma menyengat pada kolam. 

Panen Lele Sangkurian

Pemanenan ternak lele sangkuriang adalah tahap terakhir dari proses budidaya. Pemanenan bisa dilakukan dengan menyurutkan air dalam. Siapkan bak kecil untuk menampung hasil panen. Anda bisa melakukan usaha budidaya ternak lele dari awal hingga panen ini dalam kurun 45 – 50 hari saja. Selamat mencoba.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Silahkan Bagikan