Panduan Ternak Kambing Etawa

<strong>panduan-ternak-kambing-etawa-poc-nasa-hormonik-viterna-plus-produk-natural-nusantaraKambing Peranakan Etawa (PE) merupakan kambing hasil persilangan kambing Etawa (kambing jenis unggul dari India) dengan kambing Kacang (kambing asli Indonesia). Usaha peternakan kambing peranakan Etawa merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup diminati. Selain sebagai kambing penghasil susu dan kambing pedaging, merupakan kambing yang bagus untuk dikonteskan. Kambing PE dapat beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia, mudah dipelihara dan merupakan ternak jenis unggul penghasil daging juga susu. Produksi daging kambing PE lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang. Bobot badan Kambing PE jantan dewasa antara 65 – 90 kg dan yang betina antara 45 – 70 kg. Produksi susu kambing etawa bisa mencapai 1 – 3 liter/hari.

Dalam ternak kambing etawa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan karena beternak kambing etawa tidak sama dengan kambing pada umumnya. Berikut panduan ternak kambing etawa:

  1. PEMILIHAN BIBIT

Dalam memilih bibit kambing etawa yang baik, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:

a.   Calon Induk Betina

  • Tubuh kompak, dada dalam lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
  • Jinak dan sorot matanya ramah
  • Kaki lurus dan tumit tinggi.
  • Gigi lengkap, rahang atas dan bawah rata.
  • Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.

b.     Calon Pejantan :

  • Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido ( nafsu kawin ) tinggi.
  • Kaki lurus dan kuat
  • Dari keturunan kembar
  • Umur antara 1,5 sampai 3 tahun
  1. PERKEMBANGBIAKAN

Perkawinan pada kambing dilakukan pada saat kambing betina dalam keadaan birahi. Pada kambing betina dapat dikawinkan pada umur 10 – 12 bulan. Sedangkan kambing jantan sebaiknya dikawinkan setelah umur 12 bulan. Berikut tanda – tanda birahi pada kambing betina antara lain:

a.   Gelisah, tidak nafsu makan, ekor dikibas – kibaskan serta terus – menerus mengembik.

b.   Alat kelamin bengkak, berwarna merah serta mengeluarkan sedikit lendir bening.

c.   Masa birahi berlangsung selama 24 – 45 jam dan akan terulang dengan siklus 18 – 20 hari.

Bila kambing betina telah menunjukkan gejala birahi maka sebaiknya segera dikawinkan. Perkawinan dapat dilakukan dengan  kawin alam yaitu dengan memasukkan kambing betina ke kandang pejantan selama 2 hari dan kawin suntik / IB dengan cara memasukkan sperma beku yang mutu genetiknya terjamin

  1. PAKAN TERNAK KAMBING

Dalam pemberian pakan harus disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Ternak kambing setiap hari membutuhkan pakan hijauan sebanyak 10 % dan pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legume (daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong yang mempunyai protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya. Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberikan pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.

Selain pakan hijauan, dapat juga ditambah dengan pakan padat  atau konsentrat. Jenis yang dapat digunakan adalah bekatul, ampas tahu, ketela pohon (dicacah dahulu). Kebutuhan setiap ekor kira-kira 3 kg per hari dengan komposisi 40% berkatul 40% ampas tahu dan 20% ketela pohon.

Selain pemberian rumput dan konsentrat, masih diperlukan pakan pelengkap yang belum ada pada pakan hijau yaitu Viterna, Poc Nasa, dan Hormonik. Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat dengan dosis : ±10  cc atau 1 tutup botol VITERNA + Hormonik + Poc Nasa  per ekor/hari. PenambahanVITERNA Plus + Hormonik + Poc Nasa tersebut dilakukan pada pemberian air minum atau komboran yang pertama.

  1. PERKANDANGAN

Kandang kambing Etawa/PE idealnya berbentuk panggung dengan lantai dari lajur bambu atau papan yang dipasang berjajar dari depan ke belakang. Antara lajur diberi sela 1,2 cm agar kotoran serta kaki tidak terperosok. Kebutuhan ruang kandang kambing jantan dewasa 1,5 m x 1,5 m/ekor dan betina 1,5 m x 1 m/ekor. Dibawah lantai kandang dibuat kolong untuk menampung kotoran. Kolong berfungsi untuk menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah. Dasar kolong kandang digali sedalam ±20 cm dibagian pinggirnya dan 30-50 cm pada bagian tengah serta dibuatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906