pestona

now browsing by tag

 
 

Jual Pestisida Alami Pestona

pestona-pengendali-hama-organik-nabati-wereng-kutu-ulat-natural-nusantara-distributor-nasa
PESTONA
merupakan Pestisida Alami Organik merupakan produk pertanian Nasa sebagai pengendali hama tanaman alami pada tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman tahunan. Produk pengendali hama dari PT. Natural Nusantara NASA ini diproses dari hasil ekstraksi berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif yang merupakan pengendali hama dan penyakit hayati. Zat aktif tersebut antara lain : Azadirachtin, Ricin (asam ricin), Polifenol, Alkaloid, Sitral, Eugenol, Annonain, Nikotin dan lain-lain.

SIFAT PESTONA

  • Mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan
  • Relatif aman bagi manusia, hewan piaraan, serta musuh alami hama tanaman.
  • Tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi.

MEKANISME KERJA PESTONA

PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin.

Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.

HAMA SASARAN PESTONA NASA

  • wereng, walang sangit, penggerek batang, belalang, kepik, thrips, tungau, ulat, Uret dan lain-lain.

CARA PEMAKAIAN PESTONA :

  • Larutkan 5 cc – 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki). Aduk sampai merata.
  • Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata.
  • Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan/penggemborkan per musim.
  • Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.

Segera dapatkan pestisida alami dari Natural Nusatara yaitu Pestona untuk mengendalikan hama tanman. Produk yang asli hanya ada di Intigrow. Kami siap melayani pengiriman keseluruh indonesia.

pestona-nasa-pengendali-hama-alami-natural-nusantara

Order Pestisida Alami Pestona

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Budidaya Bawang Putih di Dataran Rendah

budidaya-bawang-putih-di-dataran-rendah-bvr-supernasa-glio-pestona-produk-natural-nusantaraBudidaya Bawang Putih di Dataran Rendah. Permintaan terhadap komoditas bawang putih selalu mengalami peningkatan. Padahal, produksi bawang putih dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Dalam mencukupi kebutuhan bawang putih pemerintah harus impor bawang putih dari luar negeri. Selain untuk bumbu masakan, bawang putih bisa digunakan untuk pengobatan.

Masalah yang dihadapi dalam budidaya bawang putih adalah terbatasnya jumlah petani yang membudidayakan bawang putih karena keterbatasan varietas bawang putih. Saat ini, varietas yang tersedia hanya cocok untuk ditanam di dataran tinggi (> 800 m dpl). Varietas bawang putih dataran rendah memberikan peluang khususnya untuk ekstensifikasi bawang putih dalam negeri  untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi bawang putih yang terus meningkat tiap tahunnya. Varietas bawang putih yang cocok dikembangkan di dataran rendah adalah sebagai berikut.

  • Lumbu putih.

Daerah yang pertama mengembangkan varietas ini adalah Yogyakarta. Umbinya berwama putih. Umbi memiliki berat sekitar 7 g dengan diameter 3-3,5 cm, jumlah siung per umbi 15-20 buah. Daun berukuran sempit, lebamya kurang dari 1 cm. Posisi daun tegak dan produksi rata-ratanya 4-7 ton/ha.

  • Jati barang

Varietas ini banyak dikembangkan di daerah Brebes, Jawa Tengah. Umbinya berwarna kekuningan tetapi kulit luamya tetap putih. Umbi agak kecil dengan diameter sekitar 3,5 cm. Sebuah umbi memiliki berat sekitar 10-13 g. Jumlah siung terdiri ari 15-20 buah dan rata-rata produksinya antara 3-3,5 ton/ha.

  • Bagor Varietas

Varietas ini berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Kulit umbinya putih buram berdiameter 3-3,5 cm. Umbinya berwama kuning. Bentuk umbi agak lonjong. Berat sebuah umbi hanya 8-10 g dengan jumlah siung 14-21 per umbi. Dari satu hektar lahan dapat dihasilkan 5-7 ton bawang putih.

  • Sanur

Bawang putih varietas sanur banyak dikembangkan di Pulau Dewata, Bali. Umbinya berukuran besar, berdiameter 3,5-4 cm. Sebuah umbi memiliki berat 10-13 g. Selubung kulit berwarna putih, umbinya sendiri berwarna kuning. Susunan siung pada umbi tidak teratur dengan jumlah siung per umbi 15-20 buah. Hasil umbi yang dapat dipanen sekitar 4-6 ton/ha.

Dalam budidaya bawang putih di dataran rendah yang harus diperhatikan diantaranya adalah:

  1. Persiapan lahan

Tanaman bawang putih dataran rendah tumbuh pada hampir semua jenis tanah, namun yang terbaik pada tanah bertekstur sedang (lempung sampai lempung berpasir) dengan pH tanah antara 5,6 – 6,8. Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. Pada umumnya bawang putih tahan suhu panas, namun tanaman bawang putih hanya dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki suhu yang dingin (dibawah 25 derajat celcius).  Waktu tanam terbaik untuk bawang putih dataran rendah yaitu bulan Mei, Juni atau Juli.

Pembajakan tanah dilakukan dengan intensitas sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Selanjutnya buat bedengan selebar 60-150 cm dan tinggi 20-50 cm. Sedang untuk panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan. Buatlah parit di antara bedengan untuk irigasi dengan lebar 30-40 cm. Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan selama 1 minggu kemudian taburkan secara merata di atas bedengan.

  1. Penanaman

Dalam proses penanaman, umbi bibit yang digunakan harus memiliki ukuran yang seragam. Umbi ditanam dengan kedalaman 2-3 cm. Untuk jarak tanam dapat disesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan, misalnya jika bobot siung lebih berat dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 20 cm X 20 cm, atau bila bobot siung lebih ringan dari 1,5 gram, maka jarak tanamnya 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 10 cm.

  1. Pemupukan

Untuk pemupukan berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah. Jika menggunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

Untuk tambahan siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 10 botol/1000 m2 dengan cara : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.

  1. Pemulsaan

Untuk mempertahankan kondisi tanah setelah penanaman, bedengan ditutup dengan jerami secara merata (pemulsaan). Pemulsaan berfungsi  untuk mempertahankan kondisi tanah, mempertahankan suhu dan kelembaban permukaan, selain itu untuk memperbaiki struktur tanah, apabila jerami telah membusuk. Pemulsaan dilakukan pada musim kemarau, karena jika pada musim hujan dapat menyebabkan kelembaban tanah terlalu tinggi sehingga kurang baik bagi tanaman.

  1. Pengairan

Untuk mengairi tanaman bawang putih dapat dilakukan dengan cara menggenangi parit di antara bedengan. Pada awal penanaman, penyiraman dilakukan setiap hari. Setelah tanaman tumbuh baik, frekuensi pemberian air diberikan seminggu sekali. Pemberian air dihentikan pada saat tanaman sudah tua atau menjelang panen, kira-kira berumur 3 bulan sesudah tanam atau pada saat daun tanaman sudah mulai menguning.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman bawang putih dilakukan dengan menyiangi gulma serta perbaikan bedengan dengan selang waktu 20-30 hari. Ketika tanaman bawang putih masuk fase generatif, penyiangan tidak lagi dilakukan karena dapat mengganggu proses pembentukan dan pembesaran umbi. Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Selain itu perlu diberikan pupuk susulan.

  1. Pengendalian hama dan penyakit
    Berikut beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman bawang putih:
  • Hama Ulat bawang, (S. litura dan S. Exigua)

Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak. Jika terdapat penyerangan, maka sebaiknya penyiraman dilakukan pada siang hari. Pencegahan menggunakan BVR atau PESTONA.

  • Penyakit Bercak Ungu atau Trotol

Disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mengering ujungnya. Untuk pencegahan gunakan GLIO.

  • Penyakit Antraknose atau Otomotis

Penyakit disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan ditandai terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak. Jika ada gejala tanaman terserang segera dicabut, dibakar dan dimusnahkan. Untuk jamur yang ada didalam tanah kendalikan dengan GLIO.

  • Penyakit oleh virus, gejala pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit.
  • Busuk umbi oleh bakteri, umbi yang terserang menjadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen.
  • Busuk umbi/ leher batang oleh jamur.

Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu.

  1. Masa Panen dan Pascapanen

Waktu panen dari tanaman bawang putih tergantung dari varietasnya, tapi waktu rata-rata yang dibutuhkan sejak masa tanam hingga waktu panen sekitar 90 – 120 hari. Ciri-ciri dari tanaman yang telah siap panen yaitu terjadinya perubahan warna pada daun, dari hijau menjadi kuning dengan tingkat kelayuan 35-60%. Ketika menjelang panen inilah semua kegiatan pemupukan, pengairan dan penyemprotan pestisida harus dihentikan.

Agar umbi bawang putih dapat tahan lama sebaiknya dilakukan pengeringan. Pengeringan umbi dapat dilakukan dengan cara :

  • Dijemur di bawah terik matahari.
  • Pengeringan dapat dilakukan di dalam rak berlapis dengan cara digantung,.
  • Pengeringan dapat pula dilakukan dengan menggunakan metode pengasapan, yakni menempatkan bawang putih di dapur. Selanjutnya bawang putih tersebut diasapi dengan menggunakan asap yang berasal dari air yang sengaja di masak.
  • Untuk memperpanjang umur umbi bawang putih, saat dilakukan penyimpanan di gudang dilakukan fumigasi dengan tablet 55% Phostoxin.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai

panduan-cara-budidaya-tanaman-kedelai-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea-greenstarPengendalian hama dan penyakit tanaman kedelai sangat diperlukan. Berikut beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai:

  1. Aphis glycine

Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Virus ini menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala yang diakibatkan oleh kutu ini adalah tanaman menjadi layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian tanaman kedelai dari kutu ini adalah:

  • Jangan tanam tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang-kacangan
  • Buang bagian tanaman terserang dan bakar,
  • Gunakan musuh alami (predator maupun parasit)
  • Semprot Natural BVR atau PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.
  1. Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)

Kumbang ini bertubuh kecil, hitam bergaris kuning dan bertelur pada permukaan daun. Gejala yang ditimbulkan: larva dan memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Cara pengendalian dari kumbang ini dengan  PESTONA.

  1. Ulat polong (Ettiela zinchenella)

Ulat polong menimbulkan  lubang kecil pada buah. Sewaktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian dengan cara tanam tepat waktu.

  1. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)

Lalat ini menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Cara pengendalian : pada saat benih ditanam, tanah diberi POC NASA, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan PESTONA. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.

  1. Ulat grayak (Spodoptera litura)

Ulat ini menimbulkan kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Cara pengendalian dari ulat ini adalah

  • Sanitasi
  • Semprotkan Natural Vitura  pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman).
  1. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)

Penyakit layu bakteri menimbulkan gejala  adalah tanaman layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian dari penyakit ini dengan pemberian Natural GLIO.

  1. Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)

Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala yaang ditimbulkan adalah daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian : tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO di awal.

  1. Anthracnose (Colletotrichum glycine )

Antharacnose menimbulkan gejala daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian dari penyakit ini adalah :

  • Perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat
  • Pencegahan di awal dengan Natural GLIO.
  1. Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)

Penyakit Karat menimbulkan gejala yaitu daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian dari penyakit ini adalah:

  • Menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit
  • Semprotkan Natural GLIO + gula pasir

10. Busuk batang (Cendawan Phytium Sp). Busuk batang menimbulkan gejala batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendaliannya dengan cara  memperbaiki drainase lahan; dan tebarkan Natural GLIO di awal. 

Order Produk  NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Budidaya Durian Monthong

"budidaya-durian-monthong-pupuk-natural-nusantara-nasa"Saat ini permintaan durian sangat tinggi, sehingga dapat memberikan keuntungan yang mengggiurkan bagi yang membudidayakannya. Salah satu durian yang sangat diminati adalah durian montong. Durian montong berasal dari Thailand, durian ini berproduksi pada umur 4-5 tahun sejak ditanam. Bentuk buah bervariasi, dari bulat panjang sampai hampir persegi. Durinya besar dan tersusun jarang. Bobot buah durian mampu mencapai 6 kg.

Tanaman durian dapat tumbuh di dataran rendah atau tinggi, Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600M diatas permukaan air laut. Tanaman ini menyukai daerah yang beriklim basah atau tempat-tempat yang banyak turun hujan. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhannya yaitu tanah yang lembap, subur, gembur, tak bercadas, dan kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1 m dan PH tanah antara 6 – 7. Berikut beberapa langkah dalam budidaya durian monthong:

a. Persiapan lahan untuk penanaman

Lahan harus dibersihkan dari sisa tumbuhan atau gulma, usahakan agar lahan untuk penanaman bisa mendapatkan sinar     matahari yang cukup. Pada lahan seluas satu hektare (ha), petani dapat menanam 100 pohon durian dengan jarak tanam 10x10m. Durian bisa dipanen etelah mencapai umur 3 – 4 th.

b. Pembuatan Lubang Tanam

Langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 50 atau 100cm. Tanah galian atas dicampur dengan pupuk kandang matang 20 kg + 5 gr Natural GLIO + 10 kg Dolomit, kemudian tanah dimasukkan kembali dan biarkan sampai 1 (satu) minggu sebelum bibit ditanam.

c. Penanaman

Waktu penanaman yang ideal adalah pada awal musim hujan. Gali lubang sesuai dengan ukuran polybeg. Lepas plastik polybeg dengan hati – hati. Kemudian masukan bibit kurang lebih sedalam 20 cm, lalu timbun dengan tanah setinggi leher akar kemudian siram dengan air secukupnya. Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk lalu siramkan setiap pohon atau siramkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air per pohon.

d. Pemeliharaan, dalam tahap pemeliharaan ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

-> Pengairan

Penyiraman paling baik dilakukan pada pagi hari. Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanaman berproduksi. Pada saat tanaman berbunga, sebaiknya intensitas penyiraman dikurangi.

-> Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan terhadap tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama   penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Pemangkasan juga bertujuan untuk membentuk tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m pucuk tanaman dipangkas.

->Pemupukan

Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah. Pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ketiga dengan pupuk NPK berkadar N tinggi. Waktu pemupukan pupuk kandang sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan pupuk sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman.

Setelah umur tanaman di atas 3 (tiga) tahun siramkan pupuk organik SUPERNASA (0-3 thn) dan POWER NUTRITION. Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot.

-> Merangsang Pertumbuhan Bunga

Pertumbuhan bunga pada tanaman durian dapat dirangsang dengan penggunaan pupuk 1,5-2 kg NPK + 1 sendok makan POWER NUTRITION per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali.

e. Pengendalian Hama Penyakit

Terdapat beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman buah durian antara lain:

1)    Penggerek Batang (Batocera sp. , Xyleutes sp.)

Hama ini menyerang dengan membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan seperti tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan sanitasi kebun, dengan cara memotong dan memusnahkan batang, dahan, atau ranting lalu tutup bekas dahan atau ranting dengan kapas yang sudah diberi PESTONA + POC NASA atau dapat disemprotkan pada tanaman.

2)    Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis )

Gejala buah yang diserang hama ini menjadi busuk berulat dan rontok. Pengendaliannya dengan menyemprotkan sejak awal dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 sejak buah berumur 1 minggu, selain itu gunakan perangkan perangkap Natural METILAT.

3)    Kutu Putih ( Pseudococus sp.)

Hama ini menyerang dengan mengisap cairan dan penyebarannya dibantu oleh semut. Gejala serangan daun oleh hama ini akan keriting, sehingga bunga dan buah bisa rontok. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

4)    Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.)

Ketiga ulat menyerang dengan cara memakan daun sehingga berlubang dan rusak. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

5)    Penyakit Kanker Batang (Phytophthora palmivora)

Gejala penyakit ini terdapat luka yang mengeluarkan lendir warna merah pada kulit batang bagian bawah dekat tanah. Setelah batang busuk, pucuk-pucuk tanaman akan mengering, daun layu dan rontok, dan akhirnya mati. Pengendalian penyakit ini dengan sanitasi kebun, memperlebar jarak tanam, menekan gulma, pemangkasan, sejak awal sebelum tanam sebarkan Natural GLIO atau oleskan pada batang yang luka kemudian tutup dengan parafin, kerok batang terserang sampai warna coklat tidak kelihatan kemudian semprot PESTONA + POC NASA.

6)    Penyakit Bercak Daun (Jamur Colletotrichum sp.)

Gejala dari penyakit ini adalah bercak-bercak besar kering pada daun tanaman yang akhirnya berlubang. Potong daun terserang, semprotkan Natural GLIO + POC NASA sebagai pencegahan gunakan fungisida berbahan aktif tembaga.

7)    Penyakit Jamur Upas (pink disease)

Gejala penyakit ini diawali dengan munculnya cairan kuning pada bagian batang terserang dan diselimuti dengan benang-benang jamur berwarna mengkilat berbentuk seperti laba-laba sehingga menyebabkan kematian pada batang. Potong bagian yang terserang dan oleskan Natural GLIO + POC NASA pada bagian yang terserang atau dengan fungisida berbahan aktif tembaga

8)    Penyakit Akar Putih (JamurRigodoporus lignosus)

Gejala penyakit ini dimulai dengan daun menguning kemudian berubah menjadi coklat sebelum akhirnya mengerut dan gugur. Buang semua tanaman inang dari areal kebun, gunakan Natural GLIO sebagai pencegahan.

9)    Penyakit Busuk Buah ( Jamur Phytophthora sp.)

Gejala penyakit ini adalah bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah. Gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai tindakan pencegahan, dan lakukan sanitasi kebun.

f. PEMANENAN

Waktu panen tanaman berbeda tergantung dari jenis varietas. Jenis durian monthong berbuah sekitar 125-135 hari setelah bunga mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik buah durian berdasarkan tanda-tanda fisik, misalnya ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Cara penen dengan memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah.

Order Produk NASA Budidaya Durian Monthong

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906

Cara Mengatasi Tanaman Karet Mati Getah

"cara-mengatasi-menyembuhkan-mati-kulit-mati-getah-tanaman-karet-pupuk-organik-nasa-poc-nasa-hormonik-supernasa-pestona-glio"

Aplikasi pupuk organik Nasa sangat efektif mengatasi mati getah pada tanaman karet.

Menyambung artikel mengenai Cara Pemupukan Tanaman Karet, berikutnya ada pertanyaan dari beberapa pelaku perkebunan karet mengenai bagaimana solusi untuk mengatasi tanaman karet yang tiba-tiba mati getah?

Baiklah, berikut ini akan diuraikan kiat mengatasi tanaman karet mati getah padahal usia dan fisik tanaman karet masih sangat bagus dan mestinya masih bisa produksi getah dengan baik. 

Tips memyembuhkan mati kulit atau mati getah pada tanaman karet dengan pupuk organik Nasa adalah : 

  1. Siapkan air 15 liter 
  2. Larutkan 3 sendok makan SUPERNASA ditambah pupuk urea 3 gelas.
  3. Per pohon berikan 1 – 2 liter. Siram di sekitar lingkar batang tanaman karet
  4. Lakukan pemupukan ini setidaknya 2 minggu sekali. Maka dalam jangka waktu 15 hari sudah mulai normal hasil produksi getah karetnya. Berangsur-angsur produksi getah karet pun akan terus meningkat.

Tips menyembuhkan luka bekas sadapan pada kulit tanaman karet, kulit sadapan menghitam, memberantas jamur, sekaligus menyembuhkan mati kulit.

Caranya : Air 1 tangki semprot + POC NASA 6 tutup + HORMONIK 2 tutup + PESTONA 10 tutup + AERO 1 tutup. Semprotkan merata ke batang sadapan dengan interval 3 hari sekali.

Tips mengatasi penyakit JAP (Jamur Akar Putih) : Air 15 liter + GLIO 100 gr + SUPERNASA 4 sendok makan + UREA 3 gelas. Per pohon berikan 1 – 2 liter dengan cara disiramkan pada pangkal batang. Interval aplikasi setidaknya 2 minggu sekali. Dan ulangi sampai 3 kali aplikasi berikutnya.

Selama masa terapi penyembuhan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet ini jangan menyemprotkan pestisida atau herbisida. Dan air yang digunakan untuk terapi juga disarankan menggunakan air sungai atau sumur yang tidak mengandung kaporit.

Order Produk NASA

KLIK GAMBAR DIBAWAH

jual produk nasa

INTIGROW – Distributor Resmi NASA

(Natural Nusantara)

Komplek Ruko Griya Hinggil Blok RB

Jl. Bibis Raya KM 8 Bangunjiwo Bantul DI. Yogyakarta

Telepon / SMS

0812 2652 3400 Simpati

0813 2766 9906 Simpati

0822 2071 4181 Simpati

Whatsapp

0812 2652 3400

0813 2766 9906